ADVERTISEMENT

Selasa, 06 Jul 2021 17:04 WIB

Corona DKI Menggila, Dinkes Beberkan Kondisi Terkini RS di Jakarta

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
RSUD Kramat Jati Jakarta Timur menyetop sementara layanan rawat jalan, Senin (28/6). Layanan kesehatan bakal difokuskan pada penanganan pasien COVID-19 dan vaksinasi. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang paling terdampak COVID-19. Jumlah kasus aktif Corona di ibu kota sudah menembus angka 90.000 pasien.

"Jakarta tidak sedang biasa-biasa saja, kita semua tahu bahwa pandemi COVID ini menunjukkan angka kenaikan yang sangat signifikan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam diskusi yang disiarkan oleh kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Selasa (6/7/2021).

"Kasus aktif harian kita yang dulu tertinggi, dari tahun lalu sampai Februari 2021, itu tertinggi saat angka 26.000. Saat ini angka kasus harian kita 91.000 lebih yang harus membutuhkan pertolongan medis," lanjutnya.

Widyastuti berharap dengan berlakunya kebijakan PPKM darurat, yang berlaku hingga 20 Juli mendatang, dapat menekan angka penularan virus Corona. Pasalnya, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di berbagai rumah sakit di DKI Jakarta semakin meningkat.

Baca juga: Rekor Bertubi-tubi, Ini Data 'Amukan' Corona RI Sepekan Terakhir

BOR rumah sakit terisi 90 persen

Widyastuti menjelaskan tingkat BOR rumah sakit di DKI Jakarta, baik di ruang isolasi maupun ICU, kini melampaui 90 persen.

"Keterpakaian tempat tidur untuk BOR isolasi saat ini adalah 93 persen, sedangkan ICU adalah sekitar 94 persen. Jadi ini adalah angka yang luar biasa," jelasnya.

Widyastuti pun mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal ini, salah satunya dengan menambah kapasitas tempat tidur.

"Kami menambah tempat tidur itu salah satunya adalah dengan menyiapkan tenda-tenda kapasitas besar yang kami koordinasikan dengan tim dari lintas SKPD (satuan kerja perangkat daerah) maupun bantuan dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Widyastuti, apabila nantinya kasus aktif Corona di DKI Jakarta sudah melebih angka 100.000 pasien, ia dan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan tim pusat, bagaimana bisa menyiapkan lebih banyak rumah sakit, yang bisa menampung dalam kapasitas besar. Jadi ada beberapa skenario yang sudah kita siapkan bersama dengan tim pusat, supaya bisa menampung lonjakan kasus aktif yang luar biasa," tuturnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Update Tragedi Kanjuruhan
Update Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya