Rabu, 07 Jul 2021 05:52 WIB

Round Up

5 Fakta Telemedicine Kemenkes RI dan Obat Gratis untuk Isoman COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Penumpang bus AKAP yang akan mudik dan kembali dari kampung halaman antre menjalani tes cepat antigen di Terminal Terpadu Pulo Gebang,  Jakarta Timur, Selasa (18/5/2021). Penumpang yang hasil tesnya reaktif wajib menjalani isolasi mandiri di ruangan yang disediakan di terminal sebelum menjalani tes usap PCR dan dibawa ke rumah sakit bila positif Covid-19. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tidak semua pasien COVID-19 dirawat di tempat khusus, mereka yang tidak bergejala atau hanya bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri. Tersedia layanan konsultasi online dan obat gratis melalui layanan telemedicine Kementerian Kesehatan RI.

Karena dilakukan secara virtual, konsultasi kesehatan melalui telemedicine ini akan mengurangi risiko penularan akibat terlalu banyak bepergian. Isolasi mandiri jadi lebih efektif menekan risiko penularan.

"Mulai besok 6 Juli semua pasien bisa mendapatkan akses dan pelayanan RS bisa kita prioritaskan untuk pasien gejala berat dan kritis," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Untuk layanan obat gratis, saat ini baru tersedia di DKI Jakarta.

Beberapa fakta terkait layanan telemedicine ini terangkum sebagai berikut.

1. Untuk OTG dan gejala ringan

Layanan telemedicine ini ditujukan bagi pasien COVID-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala (OTG) yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kriterianya sebagai berikut:

  • Positif Corona dengan saturasi oksigen di atas 95 persen
  • Tidak ada riwayat sesak
  • Tidak ada komorbid

2. Syarat-syarat

Syarat untuk bisa mengakses layana telemedicine adalah terkonfirmasi positif COVID-19. Konfirmasi dilakukan melalui tes swab antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes.

3. Caranya bagaimana?

Setelah mendapatkan konfirmasi positif COVID-19, pasien akan menerima petunjuk melalui WhatsApp resmi Kementerian Kesehatan RI (Centang Biru). Selanjutnya, tinggal mengikuti petunjuk yang diberikan.

4. Jenis obat

Ada sejumlah paket obat yang disediakan, mencakup multivitamin dan beberapa obat keras sesuai petunjuk dokter yang memeriksa secara virtual. Masing-masing dibedakan berdasarkan tingkatan gejala dan hasil pemeriksaan. Ingat ya, obat keras tidak untuk dibeli sendiri di luar!

5. Melibatkan 11 platform telemedicine

Untuk menyelenggarakan layanan ini, Kemenkes RI menggandeng 11 platform telemedicine. Daftar 11 aplikasi yang bisa digunakan bisa disimak DI SINI.



Simak Video "Alur dan Cara Menggunakan Layanan Telemedicine Pasien Isoman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)