Rabu, 07 Jul 2021 10:04 WIB

Jika Saturasi Oksigen di Bawah 90 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kelangkaan oksigen kian menjadi, di tengah pendemi corona kali ini. Akibatnya, harga melambung karena banyaknya permintaan dengan keterbatasan stok yang ada. Foto: Robby Bernardi
Jakarta -

Saturasi oksigen menjadi hal penting untuk diperhatikan pada pasien COVID-19. Pada pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman), kadar saturasi oksigen bisa diukur sendiri menggunakan oksimeter. Lantas, berapa angka minimal saturasi oksigen? Apa yang harus dilakukan jika saturasi oksigen di bawah 90 persen?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menjelaskan bahwa di samping adanya gejala sesak napas, saturasi oksigen adalah salah satu parameter objektif untuk menentukan perlu atau tidaknya pemberian suplementasi oksigen.

Jika saturasi oksigen sudah kurang dari atau sama dengan 93 persen, suplementasi oksigen harus diberikan, misalnya menggunakan tabung oksigen pada kasus pasien isoman.

"Kalau kurang dari atau sama dengan 93 persen, sebaiknya diberikan suplementasi oksigen. Hanya saja untuk oksigen ini kan cara pemberiannya bervariasi. Ada yang tabung oksigen, ada yang masker, ada yang tekanan tinggi sampai ventilator. Itu sangat tergantung derajat beratnya kekurangan oksigen," terang dr Agus pada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Pada pasien COVID-19, jika saturasi oksigen di bawah 90 persen, maka derajat kekurangan oksigen pasien tersebut sudah tergolong berat dan perlu penanganan rumah sakit.

"Cara pemberian tabung oksigen hanya di rumah jikalau mungkin sebagai pertolongan pertama bisa dilakukan di rumah kalau memang tersedia, tapi segera ke rumah sakit. Pada kasus COVID ini, apabila pasien sudah membutuhkan oksigen berarti dia sudah derajatnya berat. Pasien ini tidak bisa dirawat di rumah. Harus di rumah sakit," lanjutnya.

Coba posisi proning

Jika saturasi oksigen terdeteksi rendah, dr Agus merekomendasikan posisi proning sebagai langkah pertama. Saat posisi tubuh tidur telentang, fungsi paru di bagian punggung cenderung tidak maksimal karena tertekan di belakang.

Namun ditekankan, posisi proning harus dibarengi suplementasi oksigen dan penanganan rumah sakit jika saturasi tak kunjung kembali normal.

"Prone position pada kondisi seperti ini disarankan untuk membuka area-area belakang supaya daerah paru di belakang terjadi fungsi maksimal sehingga oksigenasi bertambah," jelas dr Agus.

Berikut urutan hal yang perlu dilakukan jika saturasi oksigen di bawah 90 persen:

  1. Jangan panik
  2. Atur napas yang baik
  3. Mencoba prone position
  4. Berikan oksigen bila ada
  5. Cek kembali saturasi
  6. Bila masih rendah, segera ke rumah sakit


Simak Video "Kebutuhan Oksigen untuk Pasien COVID RI Tembus 2.000 Ton per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)