Rabu, 07 Jul 2021 15:27 WIB

Ibu Hamil Ngantor di Tengah PPKM Darurat? Ini Risikonya Jika Kena COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto: dok. akun instagram @aniesbaswedan
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat mendapati ibu hamil tetap masuk kerja di masa PPKM Darurat. Saat itu ia sedang sidak di salah satu kantor daerah Sudirman, Jakarta Pusat.

"Jangan seperti ini, apalagi ibu hamil masuk. Seharusnya bisa lebih sensitif untuk saling melindungi perempuan. Tidak seharusnya mereka bekerja. Kalau terpapar, komplikasinya tinggi. Mereka kalau sudah kena COVID-19 nanti melahirkannya sulit," ujar Anies.

Pihak perusahaan telah mengklarifikasi kasus tersebut. Disebutkan, karyawati yang dimaksud tengah hamil 8 bulan. Ia berada di kantor tidak dalam rangka Work From Office (WFO) melainkan sedang mengurus cuti.

Terlepas dari kasus tersebut, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat dalam periode April 2020-April 2021, sebanyak 536 ibu hamil dinyatakan positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, tiga persen meninggal dunia.

Dalam rilisnya, POGI juga menyampaikan terjadi kenaikan kasus ibu hamil terkonfirmasi COVID-19 yang mengalami gejala berat. Populasi ibu hamil disebut menjadi lebih rentan mengalami perburukan hingga kematian akibat infeksi Corona.

"COVID-19 meningkatkan risiko kejadian persalinan prematur dan komplikasi kehamilan lainnya," tulis POGI.

Cara melindungi ibu hamil dari paparan COVID-19

Bumil harus mengambil tindakan pencegahan yang sama untuk menghindari infeksi COVID-19 seperti orang lain.

Anda dapat membantu melindungi diri sendiri dengan:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer
  • Menghindari ruang yang ramai dan selalu menjaga jarak dari orang lain
  • Selalu pakai masker jika terpaksa keluar rumah
  • Hindari kebiasaan menyentuh hidung, mata, dan mulut
  • Dapatkan vaksinasi COVID-19

Ibu hamil sudah bisa dapat vaksin COVID-19

POGI telah memberikan rekomendasi bahwa ibu hamil sudah bisa mendapatkan vaksin Corona. Vaksinasi dalam keadaan hamil bisa mencegah bumil bergejala berat bila terpapar COVID-19.

Ada beberapa persyaratan jika ibu hamil divaksin COVID-19, yakni:

  • Ibu hamil dengan risiko tinggi, yaitu usia di atas 35 tahun, memiliki BMI di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi
  • Kelompok ibu hamil tinggi risiko terpapar, terutama tenaga kesehatan
  • Ibu hamil risiko rendah juga bisa mendapat vaksin setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk divaksinasi COVID-19.


Simak Video "Kemenkes Ungkap Kemungkinan Ibu Hamil Dapat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)