Rabu, 07 Jul 2021 17:31 WIB

Masyarakat yang Tidak Divaksinasi Bisa Jadi Sumber Mutasi Baru COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 dikebut untuk meredam peningkatan kasus yang tajam di Indonesia. Pemerintah punya target memvaksinasi lebih dari satu juta orang dalam sehari dengan harapan masyarakat bisa cepat membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Namun, tampaknya masih ada sebagian pihak yang meragukan dan menolak vaksin COVID-19. Ketua Pokja Genetik dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Gunadi, mengatakan masyarakat yang tidak divaksinasi ini rentan menjadi sumber timbulnya mutasi baru.

"Kenapa? Karena begitu ada virus corona masuk ke dalam sel tubuh inang manusia sebagai hostnya, kemudian tidak ada sama sekali pertahanan tubuh katakanlah belum divaksin... virus coronanya 'wah saya kalah ini' maka dia akan bermutasi," kata Gunadi dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Rabu (7/7/2021).

"Jadi sekali lagi masyarakat yang tidak divaksin menjadi pabrik atau sumber mutasi baru. Itu kata ahli," lanjutnya.

Gunadi menyebut kemunculan varian Delta di India sebagai contoh. Ketika sebagian populasi belum mendapat vaksinasi dan berkerumun dengan bebas, maka virus Corona bisa lebih leluasa berkembang sampai akhirnya mendapatkan mutasi yang 'cocok' untuk menyebar di populasi.

"Virus tidak bisa hidup tanpa inang. Katakanlah virus masuk ke satu orang. Kalau kemudian dia isolasi mandiri tidak interaksi sosial inikan akhirnya (virus -red) diserang sama sel imun inang, dikalahkan baik itu karena vaksinasi dan seterusnya, tidak bisa menyeberang matilah di sini posisinya. Tidak menyebabkan timbul mutasi baru," pungkas Gunadi.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)