Usai Bebas COVID-19, Selandia Baru Kini Diserang Virus Pernapasan Lain

Usai Bebas COVID-19, Selandia Baru Kini Diserang Virus Pernapasan Lain

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 12 Jul 2021 13:23 WIB
Usai Bebas COVID-19, Selandia Baru Kini Diserang Virus Pernapasan Lain
Foto: AP/David Rowland
Jakarta -

Selandia Baru diketahui melakukan kebijakan lockdown yang ketat demi mengendalikan wabah COVID-19 di awal pandemi. Selandia Baru dianggap berhasil karena sampai saat ini diklaim tidak ada penularan di tingkat komunitas.

Namun, belakangan Selandia Baru dikabarkan menghadapi lonjakan kasus akibat virus penyakit pernapasan lain. Banyak anak-anak jatuh sakit karena terinfeksi oleh respiratory syncytial virus (RSV) yang menyebabkan gejala mirip flu.

Dikutip dari New York Times, total kasus RSV dan influenza di Selandia Baru awalnya sempat turun sampai 99 persen di tahun 2020. Para ahli mengatakan ini kemungkinan terjadi berkat lockdown.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja pada tahun 2021, jumlah kasus RSV mendadak naik sampai 969 kasus dalam lima pekan sejak awal musim dingin Maret lalu. Sebagai perbandingan sebelum pandemi Selandia Baru hanya memiliki 1.743 kasus RSV dalam musim dingin lima tahun terakhir.

"Peningkatan eksponensialnya begitu tajam," komentar salah satu peneliti, Dr Sue Huang, dari Institute of Environmental Science and Research.

ADVERTISEMENT

Hal ini terjadi diduga karena ada 'utang' imunitas saat pemberlakuan lockdown. Paparan berbagai virus dan bakteri yang berkurang pada tahun 2020 demi mengendalikan COVID-19 membuat kekebalan masyarakat terhadap penyakit lain jadi lebih rendah.

"Absennya kasus RSV pada musim dingin lalu berarti membuat ada lebih banyak kelompok anak-anak tahun lalu dan tahun ini yang belum pernah terpapar virus musiman," ungkap Dr Sue seperti dikutip dari The New York Times, Senin (12/7/2021).




(fds/up)

Berita Terkait