Rabu, 14 Jul 2021 15:29 WIB

Kekurangan Vitamin D: Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Destria - detikHealth
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan tubuh mudah lelah. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kekurangan vitamin D dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan vitamin D tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi seperti hormon dan vitamin D juga memiliki efek yang kuat pada beberapa sistem di seluruh tubuh manusia.

Kekurangan vitamin D sangat umum terjadi, namun pada kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan vitamin D. Sebab gejala kurang vitamin D umumnya yang tidak kentara atau tidak spesifik.

Dilansir dari Health, berikut ciri-ciri tubuh kekurangan vitamin D.

1. Sering sakit atau infeksi

Jika Anda sering sakit, terutama karena pilek atau flu, kadar vitamin D yang rendah mungkin menjadi faktor penyebabnya.

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis 4.000 IU setiap hari dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.

2. Kelelahan

Merasa cepat lelah dapat diakibatkan oleh beberapa penyebab, dan kekurangan vitamin D mungkin salah satunya. Sayangnya, ini sering diabaikan sebagai penyebab yang potensial.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D dalam darah yang sangat rendah dapat menyebabkan kelelahan sehingga dapat memiliki efek negatif yang parah pada kualitas hidup.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa suplementasi dengan vitamin D dapat mengurangi keparahan dari kelelahan pada orang yang kekurangan vitamin D.

3. Sakit tulang dan punggung

Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang yaitu dengan meningkatkan penyerapan kalsium pada tubuh. Nyeri tulang dan nyeri punggung bawah mungkin merupakan tanda kadar vitamin D yang tidak memadai dalam darah.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa orang dengan radang sendi, nyeri otot dan nyeri kronis yang meluas cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah, dibandingkan dengan orang tanpa kondisi tersebut.

4. Depresi

Suasana hati yang tertekan juga bisa menjadi gejala kurang vitamin D. Dalam sebuah studi, peneliti telah menghubungkan kekurangan vitamin D dengan depresi, terutama pada orang dewasa.

Beberapa penelitian telah menunjukkan, bahwa pemberian vitamin D kepada orang-orang yang kekurangan vitamin D dapat membantu memperbaiki depresi.

5. Gangguan penyembuhan luka

Gejala kurang vitamin D juga dapat menyebabkan penyembuhan luka yang lambat setelah operasi atau cedera, ini dikarenakan kadar vitamin D terlalu rendah.

Faktanya, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin D meningkatkan produksi senyawa yang penting untuk membentuk kulit baru sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.

6. Pengeroposan tulang

Vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang. Banyak lansia yang didiagnosis dengan keropos tulang percaya bahwa mereka perlu mengonsumsi lebih banyak kalsium. Namun, mereka mungkin kekurangan vitamin D juga.

Asupan vitamin D yang cukup dan mempertahankan kadar darah dalam kisaran optimal mungkin merupakan strategi yang baik untuk melindungi massa tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

7. Rambut rontok

Kerontokan rambut yang parah bisa disebebkan oleh suatu penyakit atau kekurangan nutrisi. Rambut rontok pada wanita telah dikatkan dengan kadar vitamin D yang rendah, meskipun hingga saat ini masih sangat sedikit penelitian tentang hal ini.

Secara khusus, penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah terkait dengan alopecia areata.
Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut yang parah dari kepala dan bagian tubuh lainnya. Ini terkait dengan rakhitis, yang merupakan penyakit yang menyebabkan tulang lunak pada anak-anak karena kekurangan vitamin D.

8. Nyeri otot

Ada beberapa bukti bahwa kekurangan vitamin D dapat menjadi penyebab potensial nyeri otot pada anak-anak dan orang dewasa.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis tinggi dapat mengurangi berbagai jenis rasa sakit pada orang yang kekurangan vitamin D.

Gejala kurang vitamin D bisa diatasi dengan cara mendapatkan paparan sinar matahari atau menambahkan lebih banyak makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan berlemak atau produk susu yang kaya nutrisi.



Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)