Kamis, 15 Jul 2021 17:15 WIB

Kondisi Ini Bikin Anak Berisiko Tinggi Positif Corona, Ortu Harus Waspada

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Anak-anak mengikuti tes antigen COVID-19 yang digelar di Kampung Tangguh Jaya Villa Inti Persada, Tangerang Selatan, seminggu setelah Idul Fitri. Mereka turut ditemani orang tua. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Virus Corona terus menginfeksi masyarakat tak terkecuali anak-anak. Selain lansia, anak-anak kini menjadi kelompok yang paling berisiko tertular virus Corona.

dr Bob Wahyudin, SpA(K), menjelaskan, risiko ini muncul karena sistem imun anak-anak belum sesempurna orang dewasa. Selain itu, belum ada kepastian lebih lanjut mengenai vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun.

Lebih lanjut ia memaparkan ada dua kelompok besar pada anak. Pertama, anak dengan usia 0 sampai 5 tahun. Kelompok ini adalah kelompok yang paling berisiko jika terkonfirmasi positif COVID-19. Kondisi juga bisa diperparah jika anak ternyata memiliki komorbid.

"Anak di bawah 5 tahun itu imunnya rendah. Jadi (risikonya) tinggi," ujarnya dalam siaran Instagram Live bersama detikcom, Kamis, (15/7/2021).

Kelompok kedua adalah anak berusia 6 sampai 18 tahun. Kelompok ini sudah memiliki sistem imun yang sudah cukup baik sehingga risikonya menjadi lebih rendah.

Untuk itu, dr Bob menyarankan agar anak yang berusia 12 tahun ke atas untuk segera mendapatkan vaksinasi. Sementara untuk anak di bawah usia 12 tahun, disarankan untuk menerapkan prokes ketat. Di samping itu, orang tua juga diminta untuk lebih waspada dengan kondisi kesehatan anak mengingat gejala virus Corona sangat mengelabui.

"Gejala pada anak itu tidak khas. Demam, batuk, pilek itu kan selama gak ada Corona juga anak sudah rentan. Makanya orang tua harus lebih waspada kalau anak sakit,"terangnya.

Ia mengingatkan bahwa anak sangat berisiko tertular dari orang tua. Sehingga, orang tua yang sering berkegiatan di luar disarankan untuk selalu membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan anak.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)