Sabtu, 17 Jul 2021 10:17 WIB

Giliran Malaysia Izinkan Vaksin COVID-19 Berbayar

Firdaus Anwar - detikHealth
influencer dr Tirta Mandiri Hudhi divaksinasi Corona di Puskesmas Ngemplak 2, Sleman, DIY, Kamis (14/1). Selain dr Tirta terdapat 10 orang lain yang menerima vaksin sinovac. Foto ilustrasi: Pius Erlangga
Jakarta -

Indonesia sempat merencanakan program vaksin COVID-19 berbayar untuk individu, namun kemudian batal setelah mendapat banyak kritikan. Terkait hal tersebut, Malaysia kini dilaporkan berencana juga menjalankan program vaksin berbayar.

Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan vaksin COVID-19 yang dijual bebas adalah produksi Sinovac dan Sinopharm. Masyarakat bisa mulai membeli vaksin Sinovac tanggal 1 Agustus setelah pemerintah menerima total pengiriman 15 juta dosis.

Sebelumnya Malaysia dilaporkan berencana berhenti memakai vaksin Sinovac bila dosisnya sudah habis. Ke depannya vaksin yang akan digunakan sebagian besar dari Pfizer.

Jamaluddin menegaskan tidak ada masalah terkait efikasi vaksin Sinovac.

"Efikasi vaksin Sinovac tidak bermasalah," kata Jamaluddin seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/7/2021).

Lihat juga Video: Malaysia Perpanjang Lockdown, Ini Kata Warganya

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Kata Menkes soal Isu Vaksin Berbayar Lebih Bagus dari Vaksin Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)