Sabtu, 17 Jul 2021 09:02 WIB

Round-Up

Kronologi Awal Rencana Vaksin COVID-19 Berbayar Sampai Dibatalkan Jokowi

Firdaus Anwar - detikHealth
A woman reacts as she gets a shot of the Sinovac vaccine for COVID-19 during a mass vaccination held by Indonesia military in Medan, North Sumatra, Indonesia, Wednesday, June 23, 2021. The worlds fourth most populous country, has seen COVID-19 infections surge in recent weeks, a climb that has been blamed on travel during last months Eid al-Fitr holiday as well as the arrival of new virus variants, such as the the Delta version first found in India. (AP Photo/Binsar Bakkara) Foto: AP/Binsar Bakkara
Topik Hangat Vaksin Corona Berbayar
Jakarta -

Pemerintah sempat berencana mengadakan program vaksin COVID-19 berbayar untuk individu. Tujuannya disebut demi mempercepat upaya mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity di tengah lonjakan kasus COVID-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu mengungkap cakupan vaksinasi gotong royong masih di bawah target. Karenanya, keputusan vaksin COVID-19 berbayar disetujui.

Begini kronologi awal mula gagasan vaksin COVID-19 berbayar sampai akhirnya dibatalkan Presiden Joko Widodo:

26 Juni

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menjadi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) membahas percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Hasil rapat itu mengusulkan jika vaksin perorangan atau individu diperluas karena cakupan vaksin masih jauh dari sasaran. Baru mencapai 300 ribu dari target 1,5 juta.

"Sehingga keluar hasil diskusi bahwa beberapa inisiatif vaksin gotong royong antara lain apakah itu mau dibuka juga ke daerah, ke RS yang sama, dengan vaksin program atau juga buat anak, ibu hamil, ibu menyusui, termasuk juga individu," ungkap Menkes Budi.

27 Juni

Kemenkes (Biro Hukum dan Organisasi) menyiapkan draft Permenkes soal Perubahan Kedua Permenkes No. 10 Tahun 2021 dan menyelenggarakan rapat secara internal Kementerian Kesehatan pada hari yang sama

28 Juni

Vaksinasi gotong royong individu dibahas dalam rapat kabinet terbatas. Kemenko Perekonomian memberikan masukan terhadap draft hasil pembahasan tanggal 27 Juni 2021.

29 Juni

Sejumlah Kementerian melakukan rapat harmonisasi untuk pembahasan vaksinasi berbayar ini. Seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kejaksaan, dan BPJS Kesehatan.

5 Juli

Draft ditandatangani.

6 Juli

Draft sampai ke Menteri Hukum dan HAM untuk dapat pengundangan

9-10 Juli

Pemerintah melakukan soft launching vaksinasi gotong royong individu selama dua hari pada Jumat dan Sabtu. Vaksinasi berbayar ini disebut karena banyaknya permintaan dari masyarakat.

12 Juli

Kimia Farma sebagai pihak yang seharusnya melaksanakan vaksinasi menunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Beberapa warga terpantau sudah mulai berdatangan di lokasi cabang Kimia Farma.

13-15 Juli

Berbagai pihak menyuarakan keberatan terhadap rencana vaksin COVID-19 berbayar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan ikut mengkritik dan mengatakan seharusnya vaksin bisa diakses oleh masyarakat terlepas dari kondisi atau status ekonomi.

16 Juli

Presiden Joko Widodo membatalkan rencana vaksin COVID-19 berbayar. Hal ini dilakukan setelah mempertimbangkan masukan dan respons yang ada.

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Lihat juga Video: Jokowi Minta Stok 19 Juta Vaksin COVID-19 di Daerah Segera Dihabiskan

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Pandu Riono Sebut Vaksin COVID-19 Berbayar Tak Sesuai Janji Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)
Topik Hangat Vaksin Corona Berbayar