Sabtu, 17 Jul 2021 21:30 WIB

Varian Delta Masuk DIY, Ini Pesan Sultan untuk Warga

Heri Susanto - detikHealth
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta (DIY), kehabisan stok oksigen pada Sabtu (3/7). Akibatnya, 33 pasien dilaporkan meninggal dunia Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Yogyakarta -

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan varian Delta telah masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Varian yang berasal dari India ini menjadi salah satu penyebab kenaikan pesat kasus positif di DIY.

"Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) SARS-COV-2 menggunakan metode amplican-based dari spesimen COVID-19 yang dilaksanakan Laboratorium WGS Pokja Genetik FK-UGM dengan 25 sampel bulan Juni dan Juli, 20 orang terpapar varian Delta, 11 kasus dewasa dan 9 kasus," kata Sultan melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Sultan mengatakan uji pengetesan ini dilakukan pada tanggal 5 Juli 2021. Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh Dekan FK-KMK Universitas Gadjah Mada kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 2021.

"Adapun Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 14 Juli 2021," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Uji WGS tersebut, lanjut Sultan, telah memenuhi persyaratan sesuai Surat dari Badan Litbangkes Kemenkes RI nomor SR. 01.07/II/1290/2021.

"Pemeriksaan (WGS) harus memenuhi kriteria sebagai berikut, melibatkan orang yang baru mendarat dari negara asing, spesimen diambil dari lokasi atau komunitas nasyarakat tertentu yang mengalami fenomena penularan secara cepat dan telah menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak masuk kategori rentan, semisal anak-anak," jelasnya.

Sultan menjelaskan orang yang sudah divaksin SARS Cov-2 tetap bisa terinfeksi COVID-19. Varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, tetapi untuk saat ini tidak ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.

"Untuk itu, perlunya percepatan dan cakupan vaksinasi karena orang yang tidak divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru.Memperkuat tracing terhadap kontak erat dimana kasus positif terjadi, baik di lingkup rumah tangga, masyarakat maupun perkantoran. Penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat pemilik risiko tinggi, yaitu warga masyarakat dengan usia 65 tahun ke atas atau memiliki penyakit penyerta," jelasnya.

Langkah lain, menurut Sultan, pihaknya akan memastikan proses isolasi mandiri dilaksanakan dengan aman, taat, dan disiplin. Kontak erat harus melakukan karantina tanpa terkecuali. Memastikan seluruh protap isolasi dan karantina benar-benar dipatuhi.

"Kemudian, memperkuat dan memperketat penerapan protokol Kesehatan, yaitu menggunakan dobel masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi, kapan dan dimanapun berada. Memperketat dan memastikan tidak ada kegiatan perkantoran dan kegiatan kemasyarakatan yang menimbulkan potensi kerumunan, seperti hajatan, kerja bakti maupun pertemuan tatap muka," jelasnya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/fds)