Senin, 19 Jul 2021 09:01 WIB

Studi: Varian Delta Serang 86 Persen Orang yang Sudah Divaksin di India

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus Outbreak and Public Health Risk Disease, Lockdown and Quarantine, State Of Emergency Concepts Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/goc
Jakarta -

Sebuah studi yang dilakukan oleh Indian Council of Medical Research (ICMR) melihat data orang-orang yang terinfeksi COVID-19 meski sudah divaksinasi. Dari 677 kasus, sebanyak 86 persen di antaranya ternyata disebabkan varian Delta.

Sebanyak 604 orang diketahui menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, 73 orang mendapat vaksin lokal Covaxin buatan Bharat Biotech, dan dua lainnya vaksin Sinopharm.

Meski ada 677 kasus infeksi, tingkat kematian pada orang yang sudah divaksinasi rendah. Hanya ada tiga kasus kematian yang dilaporkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sebagian pakar kesehatan mengingatkan bahwa vaksinasi memang bukan jaminan membuat 100 persen kebal terhadap COVID-19. Oleh karena itu orang yang sudah divaksin tetap harus mengikuti protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan.

Dalam hal ini vaksin tetap bermanfaat karena dapat mengurangi kemungkinan seseorang mengalami gejala yang lebih parah hingga kematian apabila suatu saat terinfeksi COVID-19.

"Sampai saat ini, vaksin masih terbukti efektif melawan varian. Terutama dalam hal mencegah gejala parah yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan kematian," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (19/7/2021).



Simak Video "98% Virus Covid-19 yang Bersirkulasi di Dunia Adalah Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)