Selasa, 20 Jul 2021 18:15 WIB

Satgas COVID-19 Sentil 2 Provinsi Paling 'Bandel' Soal Prokes

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta -

Satgas COVID-19 menyebut relaksasi atas pengetatan membuat warga abai terhadap protokol kesehatan. Dua provinsi disebut paling 'bandel' soal kepatuhan memakai masker dan jaga jarak.

"Relaksasi disalahartikan sebagai keadaan aman sehingga protokol kesehatan dilupakan," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (20/7/2021).

Prof Wiku menyebut, sebanyak 26 persen desa dan kelurahan di Indonesia memiliki kepatuhan yang rendah dalam hal menggunakan masker dalam sepekan terakhir. Sedangkan terkait jaga jarak, 28 persen desa dan kelurahan juga memiliki kepatuhan yang rendah.

"Restoran, permukiman warga, serta tempat olahraga publik, menjadi lokasi kerumunan yang kepatuhannya terendah," sebutnya.

Khusus di wilayah Jawa-Bali, Prof Wiku menyinggung Banten dan DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepatuhan yang paling rendah.

"Desa/kelurahan yang tidak patuh pakai masker paling banyak terdapat di Banten sebesar 28,57 persen," kata Prof Wiku.

"Sedangkan untuk desa kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yaitu 48,26 persen, atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak," lanjutnya.

Menurut Prof Wiku, pengawasan dan penindakan yang tegas penting dilakukan untuk menjaga kepatuhan. Untuk wilayah dengan kepatuhan rendah, butuh beberapa pertimbangan sebelum ada relaksasi, termasuk soal komitmen semua pihak.

(up/naf)