Senin, 19 Jul 2021 21:00 WIB

COVID-19 Varian Delta Disebut Menular dalam 15 Detik, Menyebar di Udara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
An antique dictionary listing of the greek letter Delta.  Look at  more dictionary illustrations in my  WORDS OF MEANING Foto: Getty Images/iStockphoto/catscandotcom
Jakarta -

COVID-19 varian Delta jadi 'biang kerok' ledakan kasus di sejumlah negara termasuk Malaysia. Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah mengungkap penularan varian Corona Delta sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik.

"Di masa lalu, kami mengetahui bahwa seseorang dapat terinfeksi dari orang lain melalui kontak dekat kurang dari satu meter selama 15 menit," kata Dr Noor Hisham pada konferensi pers Kamis lalu, dikutip dari The Star.

"Namun, sekarang kami diberitahu bahwa varian Delta dapat menginfeksi seseorang hanya dalam lima belas detik, dan virusnya menyebar di udara. Tingkat penularan virus jauh lebih tinggi," sambungnya.

Berbanding jauh dengan COVID-19 virus asli yang memiiliki angka penularan 2,5 hingga 3, sementara varian Delta berada di rentang 5 hingga 8. Artinya, menurut Noor Hisham, jika ada 100 orang yang terpapar COVID-19 varian Delta, virus bisa menyebar sampai ke 800 orang lainnya.

"Jika 100 terinfeksi varian Delta, virusnya bisa menyebar ke 500 atau 800 orang lagi," kata Dr Noor Hisham.

Seperti diketahui, Corona Malaysia juga ikut terdampak varian Delta hingga terjadi lonjakan jumlah pasien ICU. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang wafat sebelum berhasil ditangani di fasilitas kesehatan.

Penularan COVID-19 varian Delta juga terlihat dari munculnya klaster-klaster baru Corona Malaysia.

"Pada satu titik, ada 1.340 kasus di Labuan hanya dalam satu minggu. Kami mengidentifikasi bahwa infeksi di sana berasal dari varian Delta dan menyebar di industri perkapalan," sebutnya sambil menekankan jumlah cakupan vaksinasi COVID-19 terus ditingkatkan.

"Kami menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan juga mendorong vaksinasi di sana. Sekarang 52 persen dari populasi telah divaksinasi lengkap. Ketika lebih banyak orang divaksinasi, kita akan melihat jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan ICU turun," kata Dr Noor Hisham.

Berdasarkan laporan Worldometers Corona, Minggu (19/7/2021) Malaysia mencatat 10.710 kasus baru COVID-19, 153 orang wafat, dan lebih dari 5 ribu warganya sembuh.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)