Minggu, 18 Jul 2021 16:11 WIB

RI Disebut Episentrum COVID-19 Dunia, Sampai Kapan Kondisinya Berlangsung? Ini Kata Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Indonesia bertambah 54.000 kasus. Total ada 2.780.803 kasus positif COVID-19 di RI dengan 504.915 di antaranya merupakan kasus aktif. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

'Naik kelas' dari tingkat Asia, Indonesia kni dijuluki sebagai episentrum COVID-19 di dunia. Lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran membuat RI menggantikan India sebagai pusat COVID-19 di dunia, mengingat India sempat diterpa gelombang dahsyat tsunami COVID-19.

Mengacu pada data yang dihimpun Worldometers.info per Sabtu (17/7/2021), Indonesia berada 1 tingkat di atas India perihal penambahan kasus baru harian COVID-19. Indonesia mencatat 51.952 kasus baru, sedangkan India mencatat 41.283 kasus baru.

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, status Indonesia sebagai episentrum COVID-19 di Indonesia disebabkan jumlah penambahan harian kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia.

"Kita sekarang sudah menjadi epicentrum di Asia, bahkan menurut saya, sudah di dunia karena namanya epicentrum itu adalah negara, wilayah, yang memiliki kasus pertambahan kasus aktif paling tinggi pada hari itu, pada waktu itu," jelas Dicky kepada detikcom, Kamis (15/7/2021).

"Sekarang ya di dunia, ya Indonesia bahkan angka kematiannya pun per 1 juta penduduk itu salah satu penambahan tinggi juga di dunia, jadi penyematan epicentrum dunia untuk Indonesia saat ini memang sangat amat kita harus terima dengan kewaspadaan dan respons untuk perbaikan," sambungnya.

Sampai kapan kondisi RI ini berlangsung?

Dalam seminggu terakhir, Indonesia terus-menerus mencatat rekor penambahan kasus harian COVID-19, hingga tembus 50 ribu kasus harian baru. Sejauh ini, penambahan kasus tertinggi terjadi pada Kamis (15/7/2021), dengan jumlah kasus baru sebanyak 56.757.

Namun menurut Dicky, angka tersebut belum puncak keparahan situasi pandemi COVID-19 di RI. Ia memprediksi, jumlah kasus masih akan meroket hingga akhir Juli 2021.

"Karena yang terburuk belum datang, dan ini akan tidak lama lagi, akhir Juli inilah puncaknya dari situasi ini, akan menyakitkan membawa banyak korban banyak kepanikan," ujarnya.



Simak Video "Kritikan Ahli Atas Kebijakan Inggris Tangani Lonjakan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)