Rabu, 21 Jul 2021 07:00 WIB

Round Up

Tanggapan Satgas Soal RI Jadi Episentrum COVID-19 Dunia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Angka pasien COVID-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri meningkat. Tim Lapor COVID-19 mencatat hingga Minggu (11/7) terdapat 450 orang meninggal. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejumlah media asing menyoroti peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia dan menjulukinya sebagai episentrum COVID-19 dunia yang baru. Satgas COVID-19 buka suara soal kabar tersebut.

"Saat ini penerapan PPKM darurat bertahap sudah menunjukkan hasilnya dan salah satunya penurunan mobilitas dan penurunan jumlah kasus harian," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (21/7/2021).

Menurut Prof Wiku, berbagai upaya telah dan sedang dilakukan dengan lebih keras untuk memastikan COVID-19 bisa dikendalikan sepenuhnya. Ia berpesan agar warga selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Dimohon agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Jika protokol kesehatan diterapkan secara sempurna dan aktivitas berisiko dapat diminalisir dengan baik, peluang penularan tentunya akan semakin rendah," saran Prof Wiku.

Sebelumnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi juga buka suara soal tudingan tersebut. Menurutnya, kegawatan situasi suatu negara didefinisikan dengan level transmisi.

"Jadi WHO tidak pernah mengatakan sebuah negara episenter penyebaran COVID-19, bahkan varian saja dari nama negara, angka lalu huruf yunani," jelas dr Nadia kepada detikcom Senin (19/7/2021).



Simak Video "Update Corona Global: Kurva Mulai Mendatar, Tapi Kasus Masih Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)