Rabu, 21 Jul 2021 07:54 WIB

Tewaskan Dokter Hewan di China, Bedakah Virus Monkey B dengan Cacar Monyet?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menyusul dinaikannya status Gunung Merapi menjadi level siaga, perilaku satwa seperti kera ekor panjang yang turun dari Gunung. Ilustrasi. (Foto: Pius Erlangga)
Jakarta -

Baru-baru ini, muncul kabar soal seorang dokter hewan di China meninggal dunia akibat terinfeksi virus monkey B. Sebelum meninggal, ia sempat mengalami muntah-muntah. Sebenarnya penyakit apa itu? Samakah dengan cacar monyet atau monkeypox?

Walau sama-sama menggunakan kata 'monyet', 2 penyakit ini berbeda jenis dan penyebab. Lain dari cacar monyet yang disebabkan virus variola penyebab cacar air, virus monyet B adalah bentuk virus herpes B.

Dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University, dr Cennimo menegaskan, monyet bukanlah inang dari penyakit ini, melainkan hewan pengerat. Namun memang, infeksi virus Monkey B umumnya disebabkan oleh kera.

"Cacar monyet dan herpes B adalah dua virus yang sangat berbeda," kata ahli penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins di Maryland, dikutip dari Health, Rabu (21/7/2021).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) membenarkan, virus monkey B pada manusia biasanya disebabkan oleh kera. Pada simpanse dan monyet capuchin, infeksi virus Monkey B juga bisa menyebabkan kematian.

Apa saja gejalanya?

Pada kasus infeksi yang parah, virus Monkey B memang bisa menyebabkan kematian pada manusia. Namun sampai saat ini, dokter menyebut penyakit ini tak perlu dikhawatirkan, meski sejumlah gejalanya mirip dengan COVID-19 yang kini masih merebak.

"Saya pikir, orang tidak harus khawatir tentang virus ini," kata Dr. Cennimo

Menurut CDC, gejala infeksi virus Monkey B memang mirip dengan COVID-19, seperti:

  • Demam dan kedinginan
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Pada kasus infeksi berlanjut, pasien mungkin mengalami kulit melepuh di area tubuh yang pernah kontak dengan monyet, dengan gejala-gejala lain berupa:

  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Cegukan

Pada kasus lebih parah, virus yang menyebar dapat menyebabkan pembengkakan otak dan sumsum tulang belakang dengan gejala:

  • Nyeri, mati rasa, dan gatal-gatal di area infeksi
  • Masalah koordinasi otot
  • Kerusakan otak dan kerusakan parah sistem saraf

Jika infeksi tergolong parah, biasanya terhitung waktu 1 hari hingga 3 minggu untuk pasien virus Monkey B meninggal dunia sejak terpapar. Mengingat, menurut CDC, dari 50 kasus orang yang terinfeksi virus monyet B, 21 orang di antaranya meninggal.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)