Rabu, 21 Jul 2021 12:26 WIB

Macam-macam Vaksin COVID-19 yang Dipakai RI, dari Efikasi hingga Efek Samping

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 massal masih terus digencarkan di Indonesia. Tak hanya sasar orang dewasa, vaksinasi COVID-19 juga sasar anak usia 12 hingga 17 tahun Macam-macam vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menargetkan 2 juta warga divaksinasi per hari pada Agustus 2021. Hingga saat ini, macam-macam vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia yaitu vaksin COVID-19 buatan Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer.

Virus Corona terus bermutasi dan memunculkan varian baru yang lebih kuat seperti varian Delta. World Health Organization (WHO) bahkan menetapkan bahwa varian virus Corona ini masuk ke dalam variant of concern, atau varian yang mengkhawatirkan.

Untuk itu, vaksinasi terus digencarkan demi terbentuknya herd immunity. Program vaksinasi kini telah menyasar masyarakat umum, termasuk anak-anak usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil.

Sebelum menerima vaksinasi, penting untuk mengetahui perbedaan dan efek samping vaksinasi pada tubuh.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah efikasi dan efek samping dari macam-macam vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia.

1. Sinovac

Sinovac adalah vaksin COVID-19 pertama yang dipakai di Indonesia. Vaksin COVID-19 Sinovac atau CoronaVac diproduksi di China. Vaksin ini berisikan virus corona yang telah dimatikan.

Setelah divaksinasi, virus yang telah mati akan memantik sistem daya tahan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat menjaga tubuh dari virus corona. Hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, menunjukkan efikasi vaksin ini mencapai 65,3 persen.

Vaksin COVID-19 Sinovac juga aman digunakan oleh anak-anak dan ibu hamil karena efek sampingnya yang terbilang ringan. Efek samping itu meliputi nyeri dan pegal di bagian bekas suntik, demam, atau kelelahan.

2. AstraZeneca

Vaksin COVID-19 yang diproduksi di Inggris ini dibuat dari virus hasil rekayasa genetika untuk memicu respons imun. Menurut WHO, vaksin ini memiliki efikasi sebesar 63,09 persen.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), vaksin AstraZeneca akan memasuki sel tubuh dan akan dikenali sistem imun sebagai benda asing. Kemudian, sistem imun akan terpicu untuk menghasilkan antibodi dan sel-sel imun lainnya untuk melawan patogen yang dianggap sebagai infeksi.

Efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca ada dalam kategori ringan-sedang. Hal yang paling umum dilaporkan adalah terjadinya nyeri atau gatal di area suntikan, demam, menggigil, sakit kepala, mual, dan nyeri otot atau sendi.

3. Sinopharm

Tak jauh berbeda dengan vaksin Sinovac, vaksin COVID-19 Sinopharm berisi virus corona yang telah dimatikan. Vaksin yang diproduksi di China ini punya efikasi mencapai 79,34 persen.

Cara kerja vaksin ini pun sama dengan vaksin Sinovac yaitu dengan memantik sistem daya tahan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat menjaga tubuh dari virus corona.

Efek samping vaksin COVID-19 Sinopharm meliputi rasa sakit dan kemerahan, sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk.

4. Moderna

Vaksin COVID-19 Moderna diketahui memiliki efikasi mencapai 94,1 persen untuk usia 18-65 tahun. Sedangkan pada usia di atas 65 tahun mencapai 86,4 persen.

Karena efikasinya yang tinggi, vaksin Moderna disebut akan digunakan sebagai 'booster' atau suntikan ke-3 untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan pertimbangan, kelompok inilah yang paling rentan di tengah lonjakan kasus COVID-19.

5. Pfizer

BPOM telah memberikan izin penggunaan darurat pada vaksin COVID-19 Pfizer. Dalam pernyataannya, BPOM menyebut efikasi vaksin buatan Amerika Serikat ini mencapai 95,5 pada remaja di atas 16 tahun dan 100 persen bagi remaja usia 12-15 tahun.

Vaksin COVID-19 Pfizer diberikan melalui injeksi dengan dua kali penyuntikan dengan jarak 3 minggu. Adapun efek sampingnya mencakup perasaan lelah, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, mual dan muntah, hingga demam. Reaksi ini cenderung ringan dan bisa sembuh dalam beberapa hari.

Macam-macam vaksin COVID-19 di Indonesia punya efikasi dan efek samping yang berbeda-beda. Vaksin COVID-19 terbaik adalah vaksin yang tersedia saat itu untuk masyarakat.



Simak Video "Kapan Sebaiknya Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Diberikan?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)