Kamis, 22 Jul 2021 14:15 WIB

CT Value Bukan Penentu Kesembuhan Pasien COVID-19, Begini Mengartikannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

CT Value COVID-19 kerap dijadikan penentu kesembuhan pasien COVID-19. Faktanya, nilai CT value yang tertera pada hasil tes PCR hanya menunjukkan banyaknya material genetik virus.

Di media sosial juga beredar infografis yang menyatakan makin besar CT Value COVID-19 maka pasien sudah pulih. Ini kemudian dijadikan rujukan oleh banyak pasien COVID-19 terkait kesembuhan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik memberikan penjelasan terkait nilai CT value. Dalam rilisnya, mereka menyebut tidak ada pengelompokan baik, buruk, dan invalid berdasarkan CT Value.

CT value juga tidak dapat dibandingkan antar laboratorium karena adanya perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen. Terdapat alat dan reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan CT Value kurang dari 11, namun tak berarti angka ini invalid. Semua hasil yang sudah dikeluarkan laboratorium telah divalidasi.

"Hasil PCR positif (berapapun CT Value-nya) harus menjalani isolasi dan segera konsultasi dengan dokter," tulisnya.

CT Value COVID-19 tinggi belum bisa dipastikan sembuh

Spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini mengatakan CT Value COVID-19 yang menunjukkan angka 31-40 tidak cukup memberikan bukti pasien telah sembuh. Nilai CT value pun bisa dipengaruhi beberapa faktor, tak hanya dari jumlah virus dalam sampel tes PCR.

"Kita tidak bisa menjadikan CT sebagai pedoman sembuh. Lihat secara keseluruhan datanya baru bisa kita bilang lanjut perawatan atau lanjut beraktivitas," katanya.

Senada, ahli mikrobiologi klinis dari Intibios Lab dr Enty, SpMK, menjelaskan pasien dengan CT Value yang tinggi bisa menandakan dua hal. Pertama, jumlah material virus di tubuhnya memang sudah sedikit karena telah sembuh.

Kedua, kemungkinan pasien tersebut baru terinfeksi virus Corona sehingga jumlah material virusnya masih sedikit dan pada akhirnya akan berkembang menjadi lebih banyak. Terlebih jika sang pasien mengeluhkan gejala COVID-19.

Tolak ukur menentukan pasien sudah sembuh atau belum dari virus Corona, yakni dengan melihat dari hasil rontgen dan profil darahnya. Jadi, CT Value COVID-19 tidak bisa dijadikan patokan sembuh-tidaknya pasien dari infeksi virus Corona.

Kriteria pasien sembuh COVID-19 bukan dari angka CT Value COVID-19. Kriteria selesai isolasi dan sembuh pada kasus terkonfirmasi COVID-19 menggunakan gejala sebagai patokan utama.

Pada kasus terkonfirmasi yang tidak bergejala (asimtomatik), isolasi dilakukan selama sekurang-kurangnya 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. Bagi kasus terkonfirmasi yang bergejala ringan, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

Meski demikian nilai CT value COVID-19 tetap bermanfaat untuk dokter menentukan pengobatan dan langkah perawatan bagi pasien.



Simak Video "Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)