Kamis, 22 Jul 2021 20:00 WIB

Penyesalan Orang yang Antivaksin Usai Terinfeksi COVID-19: Saya Arogan

Firdaus Anwar - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang antivaksin asal Inggris membagikan kisahnya saat terinfeksi COVID-19. Pria bernama Faisal Bashir mengaku awalnya berpikir virus Corona tidak akan bisa membuatnya jatuh sakit, apalagi sampai harus membutuhkan perawatan.

Keyakinan Faisal datang dari kepercayaan dirinya terhadap kondisi kebugaran tubuh yang selalu ia jaga lewat rutin berolahraga. Faisal merasa apa yang dilakukannya sudah cukup untuk memelihara imunitas sehingga menolak ajakan vaksinasi.

"Saya sempat ditawarkan vaksin, tapi saya arogan," kata pria berusia 54 tahun tersebut saat dikutip dari BBC pada Kamis (22/7/2021).

"Saya pergi ke gym, gowes sepeda, jalan, dan lari. Karena tubuh saya kuat dan sehat, saya pikir tidak butuh vaksin. Saya tidak ingin mengambil risiko bila kemudian vaksin itu tidak aman," lanjutnya.

Faisal mengaku terpengaruh unggahan di media sosial yang menyebut berbagai efek samping buruk dari vaksin COVID-19.

Hingga kemudian Faisal terinfeksi COVID-19 dan harus mendapat bantuan oksigen di Rumah Sakit (RS) Bradford Royal Infirmary. Hampir setengah dari pasien COVID-19 di RS tersebut diketahui belum mendapat vaksinasi.

"Apa yang saya alami di RS membuat saya rendah diri... Banyak orang memenuhi RS karena mengambil tindakan berisiko dan itu salah. Saya merasa tidak enak. Saya merasa sangat bersalah dan harapannya dengan bercerita bisa membantu orang lain menghindari hal yang sama," ungkap Faisal.

Pada akhirnya Faisal diperbolehkan pulang setelah seminggu dirawat di RS.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)