Kamis, 22 Jul 2021 21:52 WIB

Dear Orang Tua, Begini Kiat Jaga Kesehatan Mental Anak saat Pandemi

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Tokopedia Foto: Tokopedia
Jakarta -

Menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2021, Tokopedia berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, termasuk UMKM lokal. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan anak di masa pandemi.

"Menyambut Hari Anak Nasional, Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk UMKM lokal dan mitra strategis lainnya, untuk mempermudah keluarga memenuhi kebutuhan harian sekaligus menjaga kesehatan mental anak di tengah pandemi," ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Ekhel menyebut, pihaknya juga menggandeng Big Bad Wolf (BBW), membagikan ribuan buku kepada anak-anak yang terpapar COVID-19. Dia berharap bantuan buku tersebut dapat mendorong semangat mereka agar bisa segera pulih.

"Tokopedia akan memberikan ribuan buku untuk anak-anak yang dirawat di Wisma Atlet. Kami berharap buku-buku ini bisa mengisi waktu dan mendorong semangat anak-anak terpapar COVID-19 selama perawatan dan pemulihan di Wisma Atlet," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Tokopedia bersama Psikolog Anak, Fathya Artha Utami pun membagikan tips bagi para orang tua untuk membangun suasana rumah yang positif dan nyaman. Dengan begitu bisa menjaga kesehatan mental dan mendukung tumbuh kembang anak agar tetap optimal selama pandemi.

Membagi Peran Antara Keluarga dan Pekerjaan

Menurut Fathya, di masa pandemi COVID-19 orang tua harus pintar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Jangan sampai hanya fokus pada 1 hal, dan membuat yang lainnya menjadi terabaikan.

Tidak hanya itu, pasangan juga perlu saling berkompromi atas peran dan tugas yang dijalani di rumah. "Pandemi mendorong lebih banyak orang tua bekerja dari rumah sehingga menjaga produktivitas sambil mengasuh anak bisa menjadi tantangan tersendiri," katanya.

Ketahui Ciri Anak yang Sedang Stres

Tidak hanya orang dewasa, rupanya anak juga rentan mengalami stres di masa pandemi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku dan emosional anak.

"Perubahan perilaku dan emosional serta adanya keluhan fisik pada anak adalah beberapa ciri stres yang bisa dialami anak-anak," jelasnya.

Saling Mengomunikasikan Emosi

Emosi negatif tidak baik apabila dipendam saja. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan anak untuk menyampaikan segala emosi yang dirasa. Hal ini dinilainya sangat penting demi menjaga kesehatan mental keluarga.

"Caranya bisa mengomunikasikan emosi dengan anak secara jujur agar kita tahu kebutuhan mereka," kata Fathya.

Dengan begitu, baik anak maupun orang tua dapat bekerja sama dalam menyusun strategi pengelolaan emosi yang tepat.

Bantu Anak Kelola Emosi

Anak mungkin tidak memiliki kemampuan mengelola emosi sehebat orang dewasa. Di sinilah peran orang tua diperlukan dalam membantunya mengelola emosi. Utamanya emosi negatif, seperti sedih, takut, atau bahkan frustasi.

"Sama halnya dengan orang tua, selama pandemi, anak pun bisa merasakan sedih, takut, tidak aman dan frustasi. Bedanya, orang tua lebih mampu untuk mengelola dan mengekspresikan emosi," terangnya.

Adapun salah satu metode yang bisa dipakai, yakni HADIR. "Untuk itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam mengelola emosi dengan metode HADIR: Hadapi dengan tenang, Anggap semua perasaannya penting, Dengarkan tanpa distraksi, Ingat untuk bantu menamai emosi anak dan Rembukan opsi, batasan serta solusi masalah," lanjutnya.

Pentingnya Relaksasi

Tidak salah jika sesekali keluarga memiliki waktu untuk sekedar rileks. Sekaligus melepas penat dari rutinitas bekerja dan sekolah dari rumah.

"Meditasi atau memakai masker wajah bersama keluarga bisa menjadi kegiatan menyenangkan di akhir pekan," ujar Fathya.

Misalnya, penggunaan essential oil buatan Utama Spice yang merupakan salah satu mitra UMKM Tokopedia asal Bali yang telah menggandeng puluhan petani lokal dalam produksinya. Pemilik Utama Spice, Ria Templer menjelaskan essential oil dapat memberi khasiat menenangkan dan meredakan kecemasan. Apalagi tersedia varian aroma lavender, lemon dan jeruk yang terbilang aman untuk anak-anak.

"Kandungan chamomile dan minyak kenanga bisa memberi rasa tenang. Sedangkan aroma mint yang dingin dan menyegarkan hingga minyak kayu putih (cajeput) dapat membantu sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan," terang Ria.

"Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan diri, termasuk essential oil, mendorong peningkatan jumlah transaksi kami di Tokopedia menjadi lebih dari 2x lipat selama hampir 2 minggu PPKM Darurat berlangsung," pungkasnya.



Simak Video "Data Lengkap Sebaran 20.694 Kasus Baru Corona RI 28 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)