Minggu, 25 Jul 2021 07:07 WIB

Jelang Akhir Perpanjangan PPKM, Pakar Ingatkan Risiko Jika Dilonggarkan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kendaraan melintas di tempat penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah masih mempertimbangkan rencana perpanjangan masa PPKM darurat Jawa-Bali yang akan berakhir pada Selasa (20/7/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta -

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3-4 akan berakhir hari ini, Sabtu (25/7/2021), dan akan dilonggarkan bertahap jika kasus COVID-19 dinilai menurun. Pakar mengingatkan risiko jika buru-buru dilonggarkan.

Salah satunya adalah kemungkinan adanya kenaikan angka kematian, mengingat beberapa hari belakangan angkanya konsisten di atas seribu kasus. Mantan direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan antisipasi terkait hal tersebut.

"Dalam hal ini tentu perlu untuk diantisipasi kemungkinan kenaikan kematian lagi kalau PPKM dilonggarkan. Kita tahu bahwa kalau kematian sudah dengan sedih terjadi maka hal ini tidak dapat dikembalikan lagi," kata Prof Tjandra kepada wartawan.

Risiko lain yang disinggung Prof Tjandra adalah penularan yang masih tinggi. Ia menyebut, positivity rate dalam beberapa hari terakhir masih sekitar 25 persen atau bahkan 40 persen jika hanya memperhitungkan tes PCR.

"Kita juga berhadapan dengan varian Delta yang angka reproduksinya (Ro atau mungkin Rt) nya dapat sampai 5,0 - 8,0. Artinya potensi penularan di masyarakat masih amat tinggi sekali, sehingga pembatasan sosial masih amat diperlukan untuk melindungi masyarakat kita dari penularan dan dampak buruk penyakit COVID-19," jelasnya.



Simak Video "Apa yang Terjadi Jika PPKM Darurat Tidak Diperpanjang?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)