Senin, 26 Jul 2021 13:36 WIB

Varian Delta 'Ngamuk', Kemenkes Ganti Oseltamivir dengan Favipiravir

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, terdapat perubahan rekomendasi obat antivirus untuk pasien COVID-19. Jika sebelumnya obat yang dianjurkan yakni oseltamivir, ke depan bakal diganti favipiravir. Dengan pertimbangan, yakni dampak obat terhadap infeksi varian Delta.

"Favipiravir ini akan mengganti sel sebagai obat antivirus. Kalau azithromycin antibiotik, favipiravir ini masuk kategori antivitus yang oleh dokter-dokter 5 profesi di Indonesia sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta ini dan mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan favipiravir," ujar Menkes dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

"Diharapkan nanti bulan Agustus kita sudah punya kapasitas dalam negeri 2-4 juta tablet per hari yang bisa memenuhi kebutuhan," lanjutnya.

Ia menyebut, hingga kini stok oseltamivir masih terdapat sebanyak 12 juta. Namun, secara perlahan penggunaan obat ini untuk pasien COVID-19 akan digantikan dengan favipiravir.

Sedangkan favipiravir kini terdapat stok sebanyak 6 juta di Indonesia. Menkes menyebut, produksinya akan digenjot baik oleh Kimia Farma, pabrik baru, serta impor dari sejumlah negara.

"Ada beberapa produsen dalam negeri yang akan segera meningkatkan stok favipiravir ini termasuk Kimia Farma bisa 2 juta per hari. Rencananya PT Dexa Medica akan impor 15 juta di bulan Agustus kita akan impor 9,2 juta dari beberapa negara mulai Agustus ada pabrik baru yang (mulai) Agustus produksi 1 juta favipiravir setiap hari," pungkas Menkes.

(vyp/up)