Selasa, 27 Jul 2021 14:10 WIB

Selamatkan Anak dari Intaian COVID-19!

Sponsored - detikHealth
Foto Iklan Mecosin Foto: Mecosin
Jakarta -

Jika pada tahun pertama pandemi, kasus COVID-19 kebanyakan ditemukan pada orang dewasa maka pada tahun kedua virus yang menyerang saluran pernapasan ini mulai mengintai anak (di bawah usia 18 tahun).

Memperingati Hari Anak Nasional pada bulan Juli, para orang tua dan orang dewasa yang ada di sekitar anak diharapkan untuk lebih memberikan perhatian kepada anak-sebagai generasi penerus bangsa.

Kasus Positif COVID-19 Mengintai Anak

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, menyampaikan dalam Seminar Online FKMUI Seri 26 yang diselenggarakan tanggal 13 Juni 2021 lalu bahwa kasus COVID-19 yang terjadi pada anak sekitar 11-12%. Dilansir dari website resmi fkm.ui.ac.id, dinyatakan profesor Aman bahwa kasus COVID-19 pada anak termasuk yang tertinggi di dunia.

"Anak yang meninggal itu jumlahnya ribuan setiap minggu. Kita tidak cerita anak sakit, tapi meninggal. Harusnya di suatu negara, satu anak pun tidak boleh meninggal dan harusnya satu anak pun tidak boleh sakit," ujar profesor Aman dengan tegas.

Pernyataan resmi dari IDAI di atas sesuai dengan data resmi yang diumumkan pemerintah Indonesia melalui website resmi covid19.co.id. Hingga tanggal 26 Juli 2021 ada lebih dari 3,1 juta kasus positif COVID-19 di tanah air dengan jumlah kematian 83.279 jiwa. Sekitar 12,8% dari jumlah total kasus positif kasus COVID-19 di Indonesia terjadi pada golongan usia anak (0-18 tahun), yakni pada sekitar 396.800 anak.

Anak Batuk, Tanda Awal Positif COVID-19

Anda harus semakin memperketat penjagaan anak karena mereka semakin berisiko untuk terinfeksi COVID-19. Kemungkinan terinfeksi tersebut diperbesar dengan munculnya varian Delta yang lebih mudah menular bahkan hanya dengan berpapasan saja.

Grafik COVID-19Foto: Mecosin


Berdasarkan informasi dari website covid19.co.id, tercatat bahwa gejala positif COVID-19 yang tertinggi adalah batuk. Batuk merupakan reaksi alami tubuh sebagai respon atas segala sesuatu yang tidak boleh berada dalam saluran pernafasan. Ketika anak batuk, Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi pencetus batuknya. Sehingga selanjutnya Anda dapat menentukan tindakan preventif (pencegahan) ataupun kuratif (penyembuhan) untuk mengatasi batuk tersebut.

Pada perubahan musim (pancaroba) seperti saat ini, di mana cuaca bisa berubah drastis di hari yang sama dapat menjadi salah satu pencetus batuk. Sekarang ini bisa panas di pagi hari kemudian disusul hujan pada siangnya, ataupun sebaliknya.

Musim pancaroba menciptakan kondisi yang sesuai untuk tempat berkembangnya kuman dan virus di sekitar manusia. Itulah alasannya pada pergantian musim anak lebih mudah terserang batuk. Artinya, ada lebih banyak virus yang dapat menyebabkan beragam infeksi selama musim pancaroba.

Foto Iklan MecosinFoto: Mecosin

Apakah Memungkinkan untuk Anak Isoman di Rumah?

Sekalipun hasil tes PCR menunjukkan bahwa anak Anda memang positif COVID-19, jangan panik. Kenali lebih dulu gejala yang dialami anak. Apabila gejala virus corona pada anak masih tergolong ringan karena tidak membutuhkan bantuan oksigen dan tidak kehilangan indera perasa, Anda dapat tetap merawat anak di rumah.

Jika anak menunjukkan gejala batuk-batuk dan tenggorokannya sakit, pilih LASERIN madu-obat herbal untuk batuk anak. LASERIN madu-dengan bahan dasar madu murni bermanfaat meredakan batuk dan melegakan tenggorokan.

Sembari menjaga anak isoman di rumah, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah keselamatan seluruh penghuni rumah. Diharapkan Anda dapat melakukan prokes ini dengan disiplin.

  1. Tetap memakai masker sekalipun berada di dalam rumah,
  2. Tetap rajin mencuci tangan dan membersihkan diri (jika memungkinkan menggunakan kamar mandi terpisah),
  3. Menetapkan satu orang (tidak bergantian) yang merawat anak secara intens,
  4. Memisahkan kamar tidur (dan jika memungkinkan pisah kamar mandi) anak dari anggota keluarga di rumah,
  5. Pilih kamar dengan sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang baik,
  6. Tidak menggunakan barang yang sama dengan anak,
  7. Menjadwalkan berjemur pagi dan sore hari, dan
  8. Membatasi mobilitas di luar rumah, hingga anak dinyatakan sembuh atau negatif.
Foto Iklan MecosinFoto: Mecosin

Edukasi 5M pada Anak untuk Cegah COVID-19

Kesibukan orang tua tak jarang membuat hubungan anak dan orang tua berjarak. Beraktivitas di rumah saja selama pandemi COVID-19, memberi kesempatan baik bagi orang tua untuk melakukan kegiatan yang intens bersama anak dan memperkuat kembali hubungan. Ajarkan anak agar tidak takut pada virus Corona, tapi tetap waspada dan menghindari risiko terpaparnya.

Tidak dapat hadir di sekolah, tidak bisa bermain lagi dengan tetangga, atau tidak dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lagi, bahkan tidak keluar rumah, membuat psikologis anak terganggu hingga mungkin membuatnya tidak dapat menyampaikan perasaannya.

Sembari terus mengedukasi anak tentang pentingnya protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan), Anda dapat membebaskan anak berpendapat tentang pandemi. Tunjukkan empati Anda pada kekhawatiran anak dan ajak berdiskusi secara terbuka untuk membantu anak paham dan menyesuaikan diri. Termasuk meminta anak memberi tahu bila mengalami demam, rasa lelah, atau batuk.

Anda dapat membantu mengatasi stres anak dengan memberi kesempatan bermain dan bersantai di rumah. Sekalipun sebaiknya tetap disiplin menerapkan rutinitas bangun pagi, mandi, dan rutinitas tanggung jawab sehari-harinya di rumah.

Sangat penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan asupan nutrisi pada anak selama pandemi COVID-19 agar daya tahan tubuhnya tetap kuat. Salah satu pencegahan dasarnya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat atau cukup nutrisi setiap hari agar tidak mudah terserang bakteri, jamur, parasit, dan virus, tidak terkecuali virus Corona.

Bebaskan Anak dari Batuk dan Gatal Tenggorokan, Sekarang!

PT Mecosin Indonesia sebagai perusahaan farmasi yang telah puluhan tahun berdiri di Indonesia mengimbau agar anak-anak terutama usia balita (bawah lima tahun) yang menunjukkan gejala ringan COVID-19, agar mendapatkan perhatian khusus. Sebab pada umumnya daya tahan tubuh pada anak tidak sekuat orang dewasa. Ketika anak batuk dan tenggorokannya sakit, pilih obat batuk herbal untuk mengatasinya.

LASERIN madu-obat herbal untuk batuk anak mengandung madu murni yang disukai anak-anak. Madu murni(Mel mepuratum) telah dipercaya turun temurun sebagai herbal yang dapat mengobati batuk karena mempunyai sifat ekspektoran dan anti radang yang ampuh mengatasi batuk dan melegakan tenggorokan gatal pada anak.

Foto Iklan MecosinFoto: Mecosin


Bila batuk mulai menyerang atau tenggorokan anak mulai terasa gatal, segera berikan LASERIN madu-obat herbal untuk batuk anak, yang tidak hanya mengatasi batuk dan gatal tenggorokan, tapi mengatasi gejala masuk angin seperti mual dan muntah pada anak tetapi juga menjaga daya tahan tubuh anak karena terdapat kandungan madu murni.

Sediakan selalu LASERIN madu-obat herbal untuk batuk anak di rumah. Ketika anak batuk, berikan LASERIN madu 1-2 sendok teh (sesuai rekomendasi pada kemasan). Rasa manis madu alami dan hangat LASERIN madu menjadi pelindung anak Anda dari serangan batuk yang mengganggu. LASERIN madu dalam kemasan 100 ml, 60 ml, dan 30 ml dapat dibeli dapat dibeli di apotek, toko obat, supermarket, minimarket, maupun online shop terpercaya Anda.

Foto Iklan MecosinFoto: Mecosin

Bagi para orang tua maupun orang dewasa yang ada di sekitar anak, mari bersama mulai mempedulikan tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. Terutama pada masa pandemi, saat anak membutuhkan perhatian kesehatan jasmani maupun rohani lebih ekstra.

Salah satu upaya untuk memberikan yang terbaik bagi anak agar selamat dari intaian COVID-19, adalah dengan menjadwalkan anak yang berusia 12-17 tahun untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada fasilitas kesehatan dan fasilitas umum yang terdekat.

(Content Promotion/Mecosin)