Selasa, 27 Jul 2021 12:11 WIB

Kata Para Ahli Soal Delta: Varian Corona Terkuat di Dunia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus Outbreak and Public Health Risk Disease, Lockdown and Quarantine, State Of Emergency Concepts Foto: Getty Images/iStockphoto/goc
Jakarta -

Para ahli virologi dan epidemiologi menyebut varian Delta sebagai varian virus Corona yang tercepat, terkuat, dan paling tangguh yang saat ini tengah dihadapi dunia.

Meski begitu, mereka percaya bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih sangat kuat terhadap infeksi parah dan kemungkinan rawat inap yang disebabkan versi virus Corona apapun. Namun, bukan itu kekhawatiran utama tentang varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini.

Para ahli khawatir karena varian ini menyebar lebih mudah dari orang ke orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Bukti juga menunjukkan varian itu masih bisa menginfeksi orang yang sudah divaksinasi penuh pada tingkat yang lebih besar daripada varian versi sebelumnya, bahkan bisa menyebarkan virus pada orang lain.

"Risiko terbesar bagi dunia saat ini hanyalah Delta. Varian yang paling kuat dan tercepat," kata ahli mikrobiologi Sharon Peacock yang dikutip dari NDTV, Selasa (27/7/2021).

Seperti yang diketahui, virus akan terus berevolusi melalui mutasi dengan munculnya varian baru. Terkadang, varian yang muncul akan jauh lebih berbahaya daripada versi aslinya.

Untuk itu, para ahli penyakit terus mengkampanyekan berbagai hal yang dianggap masih bisa untuk mengatasi penularan varian Delta. Misalnya seperti menjaga jarak sosial, memakai masker, hingga vaksinasi.

Varian yang paling mendominasi

Saat ini, varian Delta sangat mendominasi penularan di berbagai negara, seperti Inggris, Singapura, hingga Amerika Serikat. Salah satu hal yang tengah digencarkan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan vaksinasi, meski belum ada vaksin yang benar-benar ampuh membuat seseorang kebal terhadap varian tersebut.

"Selalu ada ilusi bahwa ada 'peluru ajaib' yang akan menyelesaikan semua masalah kita. Virus Corona memberi kita banyak pelajaran," kata Nadav Davidovitch, Direktur sekolah kesehatan masyarakat Universitas Ben Gurion di Israel.

Sebuah penelitian di China menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta bisa membawa virus 1.000 kali lebih banyak di hidung. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan strain asli virus tersebut yang diidentifikasi di Wuhan pada 2019 lalu.

"Anda sebenarnya bisa mengeluarkan lebih banyak virus dan itulah mengapa menjadi lebih menular. Itu masih diselidiki," kata Sharon Peacock.

Lebih kuat dari varian Corona lain

Seorang virolog dari La Jolla Institute for Immunology di San Diego, Shane Crotty, mencatat bahwa varian Delta 50 persen jauh lebih menular dibandingkan varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris. Menurutnya, varian Delta ini mengalahkan virus lainnya.

"Ini mengalahkan semua virus lain, karena penyebarannya jauh lebih efisien," lanjutnya.

Selain lebih cepat menular, pakar genom sekaligus direktur Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, Eric Topol, mencatat bahwa infeksi yang disebabkan varian Delta memiliki masa inkubasi yang lebih pendek.

Tak hanya itu, jumlah partikel virus atau viral load-nya juga jauh lebih tinggi dari varian sebelumnya. Hal itu yang membuat orang yang sudah divaksinasi juga harus tetap berhati-hati.

"Itulah mengapa vaksin akan ditantang (efektivitasnya). Orang-orang yang divaksinasi harus sangat hati-hati, ini sangat sulit," jelas Topol.

"Ini pukulan ganda. Anda menghadapi versi virus yang paling tangguh," imbuhnya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)