Selasa, 27 Jul 2021 21:12 WIB

Terkadang Mirip, Kenali Perbedaan Flu Biasa dan COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi Sakit Flu Foto: shutterstock
Jakarta -

Perbedaan flu biasa dan COVID-19 terkadang memang tipis, tetapi bukan berarti sama persis. Ada beberapa gejala yang bisa dikenali pada masing-masing penyakit.

Sebenarnya ada beberapa perbedaan yang cukup 'mencolok' di antara keduanya. Salah satunya adalah COVID-19 lebih mudah menular dibandingkan flu biasa.

"COVID-19 tampaknya lebih mudah menular daripada flu. Namun, karena semakin banyak orang yang divaksinasi COVID-19, penyebaran virus penyebab COVID-19 akan melambat," tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) CDC dalam laman resminya.

Selain itu, CDC juga mengatakan sakit yang ditimbulkan dari paparan COVID-19 bisa lebih parah dibandingkan flu biasa, terutama pada beberapa orang tertentu.

Bagaimana dengan gejalanya?

Perbedaan flu biasa dan COVID-19 dalam hal gejala tampaknya juga tak jauh berbeda. Keduanya memiliki gejala umum yang serupa, sebagai berikut:

  • Demam atau meriang
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Muntah dan diare.

Meski demikian, ada satu perbedaan gejala yang mungkin lebih banyak dialami pasien COVID-19, dibandingkan orang yang terinfeksi flu biasa, yakni hilangnya indra penciuman dan perasa.

"Perubahan atau hilangnya rasa atau bau ini lebih sering terjadi pada COVID-19," ungkap CDC.

Selain itu, CDC juga mengatakan gejala yang muncul setelah terkena flu biasa umumnya lebih cepat dirasakan, yakni 1-4 hari setelah terinfeksi. Namun, pada COVID-19 gejalanya akan muncul setelah sekitar 5 hari terpapar.

Bagaimana penularannya?

Flu biasa dan COVID-19 menular melalui droplet. Seseorang yang berada di dekat pasien COVID-19 atau orang yang sedang terkena flu berisiko tinggi tertular penyakit ini. Lantas apa perbedaan dari sisi penularannya?

"Virus penyebab COVID-19 umumnya lebih menyebar daripada virus flu. COVID-19 telah diamati memiliki lebih banyak peristiwa superspreading, dibandingkan flu," jelas CDC.

"Artinya virus penyebab COVID-19 dapat dengan cepat menular ke banyak orang dan mengakibatkan penyebaran secara terus-menerus di antara orang-orang yang berada di sekitarnya," lanjutnya.

Perbedaan flu biasa dan COVID-19 bagaimanapun kerap salah dimengerti. Karenanya jika tidak yakin maka sebaiknya segera memeriksakan diri daripada menduga-duga, apalagi mendiagnosis diri sendiri.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)