Rabu, 28 Jul 2021 18:42 WIB

Mungkinkan Virus Corona Jadi Penyebab Kanker Paru? Ini kata Dokter

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

COVID-19 adalah salah satu dari sekian banyak penyakit yang menyerang saluran pernapasan seperti paru-paru. Belakangan ini, muncul pertanyaan apakah setelah terinfeksi Covid seseorang bisa mengalami penyakit parah seperti kanker paru-paru?

Spesialis pulmonologi, Prof dr Elisna Syahruddin PhD SpP(K) dalam sebuah diskusi menjawab pertanyaan ini. Ia menjelaskan, kanker paru-paru terjadi ketika beberapa sel di paru mengalami perubahan yang membuat mereka tumbuh dan berkembang di luar kendali membentuk benjolan atau tumor.

Umumnya, kanker paru-paru sulit ditemukan karena tidak memiliki gejala di awal kemunculannya. Namun jika ditemukan dalam tubuh seseorang, kanker paru-paru biasanya ada di tingkat lanjut.

"Orang udah kena 20 tahun gak akan berasa kalau gak dicek. Gak ada gejala, ketemu (kankernya) sudah tingkat lanjut. Ketemunya juga insidentil. Misal lagi cek apa, ketauan ada kanker," ujarnya dalam acara peluncuran aplikasi Pulih, (28/7/2021).

Kanker paru diketahui sebagai penyakit dengan kasus kematian paling banyak nomor satu di Indonesia.

Terkait pertanyaan apakah Corona dapat berpotensi menjadi kanker, Prof Elisna menjawab belum ada penelitian lebih lanjut karena Corona adalah penyakit baru. Begitu juga dengan sel kanker paru-paru yang butuh waktu lama untuk bisa dideteksi.

"Cek 20 tahun ke depan. Satu juta sel kanker butuh waktu untuk berkembang hampir 10 tahun," ujarnya.

Ia juga menyebutkan jika skrining kanker hanya bisa dilakukan saat pasien belum bergejala dan dilakukan atas kehendak sendiri. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) merekomendasikan skrining dilakukan oleh mereka yang berusia di atas 45 tahun, perokok pasif/aktif, bebas perokok kurang dari 10 tahun, memiliki riwayat paru, dan bekerja di lingkungan berisiko.

Berikut adalah beberapa faktor risiko kanker paru yang mesti diwaspadai.

Faktor risiko tidak bisa terkontrol

  • Umur
  • Gender
  • Riwayat kanker genetik

Faktor yang bisa dikontrol

  • Merokok aktif atau pasif
  • Polusi indoor outdoor (asbes, radon)
  • Pekerjaan (paparan zat karsinogen)
  • Penyakit paru kronik


Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)