Sabtu, 31 Jul 2021 05:00 WIB

Berapa Dosis Vitamin D yang Harus Diminum agar Manfaatnya Optimal?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Foto: iStock
Jakarta -

Popularitas vitamin D sebagai salah satu vitamin yang berperan meningkatkan imunitas semakin tinggi. Akhirnya, banyak orang yang ingin mengonsumsi vitamin D dan bertanya-tanya, berapa sih dosis vitamin D yang harus diminum agar hasilnya optimal?

dr Yudha Mathan Sakti SpOT(K) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyebut jika dosis antara satu orang dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Ada beberapa kondisi yang memengaruhi seberapa banyak dosis vitamin D yang harus dikonsumsi.

Misalnya, orang dengan kulit yang lebih gelap cenderung membutuhkan dosis vitamin D lebih tinggi dari yang berkulit putih. Orang dengan BMI yang tinggi juga mungkin membutuhkan dosis lebih tinggi daripada orang dengan BMI rendah.

Perlu diketahui, ada dua tujuan mengonsumsi vitamin D, yaitu untuk merawat tubuh dan mengobati suatu penyakit. Untuk itu, penting mengetahui kondisi tubuh sebelum menentukan berapa dosis vitamin D yang harus diminum.

National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan 600-800 IU vitamin D untuk orang dewasa yang sehat. Lalu, Institute of Medicine menetapkan batas maksimum dosis vitamin D orang dewasa adalah 4000 IU.

Kebutuhan dosis vitamin D mesti dikonsultasikan dengan dokter. Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit lain, maka dosisnya pun akan berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Misalnya pada orang yang mengidap osteoporosis. Orang dengan osteoporosis direkomendasikan untuk meminum vitamin D minimal 1000 IU per hari dan dibarengi dengan suplemen kalsium.

Lalu, apakah mengonsumsi vitamin D dalam dosis tinggi dapat membahayakan tubuh?

dr Yudha dalam diskusi yang diselenggarakan alumni FK-KMK UGM itu menyebut, sangat penting untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi degan dokter agar mengetahui berapa dosis yang dibutuhkan. Dosis terlalu tinggi perlu diantisipasi agar tidak berefek pada tubuh.

"Konsumsi vitamin D dosis tinggi harus diawasi oleh dokter karena bisa menimbulkan efek samping meski sangat jarang," tutupnya.



Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)