Minggu, 01 Agu 2021 10:18 WIB

Hati-hati Minum Vitamin D, Ini Bahaya Jika Dosisnya Terlalu Tinggi!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Foto: iStock
Jakarta -

Vitamin D banyak dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19. Namun dokter mengingatkan untuk tidak terlalu percaya pada dosis yang viral lewat broadcast di WhatsApp.

Menurut praktisi kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Deshinta Putri Mulya, MSc, SpPD, KAI, normalnya tubuh manusia tidak membutuhkan suplementasi vitamin D terlalu tinggi.

"Maintenance dosisnya kalau kita bicara orang dewasa, itu 400-600 (IU)," kata dr Deshinta dalam diskusi daring, Jumat (30/7/2021).

Pada kondisi tertentu, dosis bisa ditingkatkan hingga 1.000-2.000 IU (international unit). Misanya pada kondisi autoimun atau alergi matahari, ketika asupan sumber-sumber vitamin D tidak bisa optimal.

Namun ia mengingatkan untuk berhati-hati dengan dosis terlalu tinggi. Ia menyarankan untuk lebih dulu berkonsultasi dengan dokter.

"Hati-hati dengan dosis di atas 4 ribu. Misalnya 5.000 atau 10.000 tiap hari, itu harus berhati-hati. Idealnya periksa dulu," jelasnya.

Berbicara dalam acara yang sama, dr Yudha Mathan Sakti, SpOT(K) menyebut ada beberapa risiko yang dihadapi ketika seseorang berlebihan mengonsumsi suplemen vitamin D. Dalam jangka panjang, asupan vitamin D melebihi kebutuhan normal bisa memicu toksisitas.

"Toksisitas vitamin D ini mengakibatkan efek hiperkalsemia. Bisa secara sistemik, bisa secara organ. Jadi organnya bisa terbentuk batu mungkin pada ginjalnya, agitasi, delirium, penurunan kesadaran karena hiperkalsemia," jelasnya.



Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)