Rabu, 14 Jul 2021 10:18 WIB

Banyak Diburu untuk Isoman, Kebutuhan Vitamin D Per Hari Berapa Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets. Ilustrasi vitamin. (Foto: iStock)
Jakarta -

Dari berbagai jenis vitamin yang banyak disarankan untuk dikonsumsi saat isolasi mandiri (isoman), vitamin D termasuk salah satu yang banyak diburu. Sebenarnya berapa sih kebutuhan vitamin D per hari?

Menurut praktisi kesehatan dr Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, SpGK, umumnya kebutuhan harian vitamin D rata-rata sekitar 400 IU (international unit). Suplementasi biasanya dibutuhkan pada pasien yang mengalami defisiensi atau insufisiensi vitamin D.

"Kalau mau beli bebas tanpa konsultasi dulu ke dokter, saran saya di 400 IU masih bisa dikatakan normal, tidak membahayakan. Tapi kalau dosis di atas itu, sebaiknya konsultasi dulu," jelas dr Raissa dalam program e-Life detikcom, Jumat (2/7/2021).

Sebenarnya, kebutuhan vitamin D per hari secara pasti pada tiap orang itu berbeda-beda. dr Raissa mengatakan perlu ada pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui dosis yang tepat.

"Kita tidak bisa memberikan vitamin yang langsung aja minum segini gitu, nggak bisa, kita harus lihat dulu baseline-nya nilainya berapa," kata dr Raissa.

"Kalau memang nilainya ternyata sudah normal, buat apa minum suplemen?" lanjutnya.

Selain membantu pemulihan saat isoman COVID-19, Vitamin D juga memiliki banyak manfaat lain untuk tubuh. Misalnya untuk kekebalan tubuh, kesehatan tulang, dan juga gigi.

Berikut beberapa manfaat lain dari vitamin D yang perlu diketahui:

1. Baik untuk tulang

Vitamin D sangat baik dalam pengaturan kalsium dan pemeliharaan kadar fosfor dalam darah. Faktor ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang.

Sebagian orang mungkin membutuhkan vitamin D untuk memungkinkan usus merangsang dan menyerap kalsium, dan mendapatkan kembali kalsium yang dikeluarkan oleh ginjal.

2. Mengurangi risiko flu

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap virus influenza. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar efek vitamin D dalam memberikan perlindungan dari flu.

3. Baik untuk wanita hamil

Berdasarkan hasil tinjauan pada tahun 2019 lalu, wanita hamil yang kekurangan vitamin D mungkin lebih berisiko mengalami preeklamsia dan melahirkan prematur. Selain itu, bisa menyebabkan diabetes gestasional dan vaginosis bakteri pada wanita hamil.

Namun, dari studi tahun 2013 menunjukkan jika kadar vitamin D terlalu tinggi saat masa kehamilan bisa berdampak kurang baik untuk si anak. Peneliti mengatakan itu bisa meningkatkan risiko alergi makanan pada anak selama dua tahun pertama.



Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)