Selasa, 03 Agu 2021 07:30 WIB

Menkes Klaim Puncak COVID-19 Terlewati, Tapi Meningkat di Luar Jawa-Bali

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan gelombang virus Corona di Indonesia kini sudah melampaui masa puncaknya. Ini terlihat di daerah-daerah di Jawa yang saat ini telah menunjukkan tren penurunan kasus.

Menkes mengakui kasus COVID-19 di Indonesia memang belum 100 persen selesai ditangani. Namun, pihaknya melihat adanya penurunan kasus COVID-19 hingga bisa dikatakan puncak kasusnya telah terlampaui.

"Puncak gelombang terakhir kita bisa melaluinya dengan cukup baik, sehingga mulai kelihatan adanya perbaikan," kata Menkes dalam konferensi pers virtual, Senin (2/7/2021).

"Saya tahu ini belum 100 persen selesai, dan kita harus tetap waspada. Kita sudah bisa melihat puncaknya sudah bisa terlampaui, terutama di daerah-daerah di Jawa," lanjutnya.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19, puncak kasus COVID-19 di Indonesia terjadi pada 15 Juli 2021 lalu dengan penambahan kasus harian sebanyak 56.757 kasus. Sejak itu, penambahan kasus fluktuatif meskipun masih di atas angka 30 ribu kasus per harinya.

Gelombang COVID-19 yang terjadi di Indonesia dipicu oleh masuknya varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India yang mudah menular. Menkes mengatakan varian ini memang memiliki tingkat penularan yang tinggi, 2-3 kali lebih cepat daripada kasus varian di Inggris yaitu varian Alpha.

Meski begitu, Menkes mengatakan penurunan kasus COVID-19 dari puncak kasus sudah terlihat hingga 60 persen. Ini terlihat sejak PPKM Darurat mulai dijalankan.

"Sejak PPKM Darurat dimulai, dalam 13 hari kita sudah kena di puncak dan kita bisa lihat penurunannya 60 persen. Tapi, memang kami akui penurunan di Jawa juga dibarengi dengan kenaikan di luar Jawa dan Bali," jelas Menkes.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)