Rabu, 04 Agu 2021 09:46 WIB

Vaksin Sinovac-Pfizer-AstraZeneca Vs Varian Delta, Menang Siapa? Ini Studinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Chili, salah satu negara dengan laju vaksinasi COVID-19 tercepat kembali merilis hasil studi efikasi vaksin Corona di dunia nyata. Berdasarkan riset Februari hingga Juli, otoritas kesehatan mengungkap efektivitas vaksin Sinovac mencegah kasus COVID-19 bergejala di jutaan warga Chili adalah 58,5 persen.

Sementara untuk vaksin Pfizer berada di rentang 87,7 persen dan vaksin AstraZeneca 68,7 persen efektif mencegah kasus COVID-19 bergejala. Chili diketahui sudah melakukan vaksinasi COVID-19 ke lebih dari 60 persen populasi, terbanyak menggunakan CoronaVac, vaksin besutan perusahaan Sinovac.

Selain efektif mencegah kasus COVID-19 bergejala, pejabat kesehatan setempat Dr Rafael Araos mengungkap vaksin Corona Sinovac dalam dunia nyata mampu mencegah kasus Corona rawat inap, 89,7 persen efektif. Angka kematian Corona juga efektif dicegah hingga 86 persen.

Sementara bulan April lalu, vaksin Sinovac memiliki efikasi mencegah gejala COVID-19 lebih tinggi, yaitu 67 persen, dan 85 persen efektif mencegah kasus COVID-19 rawat inap, 80 persen mencegah kematian Corona.

Menurut Aaros, menurunnya perlindungan vaksin COVID-19 dari waktu ke waktu tidak dapat dihindari. Terlebih, saat varian Delta ikut menyebar dengan angka penularan yang lebih tinggi daripada varian sebelumnya.

"Jika Delta menjadi lebih umum dan vaksin memiliki respons yang lebih lemah, kita dapat mengamati penurunan yang lebih cepat (dalam efektivitas)," katanya, menambahkan suaranya untuk menyerukan dosis booster ketiga yang akan dikeluarkan.

Pemerintah juga menerbitkan data tentang efektivitas vaksin lain yang diberikan di Chili, dari vaksin Pfizer BioNTech (PFE.N), (22UAy.DE) dan vaksin AstraZeneca (AZN.L).

"Vaksin Pfizer 87,7 persen efektif dalam mencegah gejala COVID-19 pada periode yang sama, 98 persen efektif dalam mencegah masuk perawatan intensif dan 100 persen efektif dalam mencegah kematian," kata Araos.

"AstraZeneca 68,7 persen efektif dalam mencegah gejala COVID-19 pada periode yang sama, 98 persen efektif dalam mencegah penerimaan perawatan intensif dan 100 persen efektif dalam mencegah kematian," sambung Araos.

Studi Chili meneliti efektivitas vaksin di antara kelompok orang yang berbeda yang menerima dua dosis vaksin tertentu, sebagian yang menerima dosis vaksin dan yang tidak menerima vaksin COVID-19.

Bagian studi CoronaVac atau vaksin Sinovac meneliti 8,6 juta orang, bagian Pfizer BioNTech mempelajari 4,5 juta orang, dan bagian AstraZeneca mengamati 2,3 juta orang.

(naf/up)