Kamis, 05 Agu 2021 12:20 WIB

Peneliti Vaksin AstraZeneca Sarah Gilbert Jadi Model Boneka Barbie

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Dame Sarah Gilbert, salah satu ilmuwan di balik terciptanya vaksin Oxford-AstraZeneca menjadi model untuk boneka Barbie.

Dame Sarah Gilbert menjadi salah satu ilmuwan yang dianggap memberikan inspirasi untuk generasi yang akan mendatang. Sarah Gilbert, yang diberi gelar kehormatan dalam Penghargaan Ulang Tahun Ratu, mulai merancang vaksin virus Corona pada awal 2020, ketika COVID-19 pertama kali muncul di China.

Vaksin AstraZeneca besutannya kini paling banyak digunakan di dunia dan dikirim ke lebih dari 170 negara.

Dikutip dari laman BBC, awalnya Prof Gilbert merasa sangat aneh, namun berharap boneka tersebut bisa memberikan inspirasi secara luas bagi anak-anak.

"Semoga boneka Barbie versi saya dapat menunjukkan pada anak-anak tentang karir yang selama ini mungkin tak mereka sadari, seperti menjadi seorang ahli vaksin," ujarnya.

Sosok Sarah Gilbert curi perhatian dunia. Ia merupakan ilmuwan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Sosoknya pun diabadikan dalam bentuk barbie sebagai bentuk apresiasiSosok Sarah Gilbert curi perhatian dunia. Ia merupakan ilmuwan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Sosoknya pun diabadikan dalam bentuk barbie sebagai bentuk apresiasi Foto: Andy Paradise/Mattel via AP

"Saya bersemangat untuk menginspirasi generasi perempuan berikutnya untuk berkarir di STEM (sains, teknologi, teknik/engineeting, dan matematika) dan berharap anak-anak yang melihat Barbie saya menyadari betapa pentingnya karir dalam sains untuk membantu dunia di sekitar kita," lanjutnya.

Jika dulu boneka Barbie dianggap hanya memberikan citra wanita yang tidak realistis, sekarang mereka membuat boneka bertema karir seperti pemadam kebakaran, dokter, dan astronot dalam berbagai kulit warna.

Selain Gilbert, Mattel juga menciptakan model untuk menghormati lima tokoh perempuan lain yang juga bekerja di bidang STEM.

Lima perempuan tersebut di antaranya tenaga kesehatan AS Amy O'Sullivan dan Dr Audrey Cruz, dokter asal Kanada dan juru kampanye Dr Chika Stacy Oriuwa, penelitian biomedis Brasil Dr Jaqueline Goes de Jesus, seorang petugas medis Australia yang ikut menciptakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat digunakan kembali oleh tenaga kesehatan, Dr Kirby White.

BACA JUGA:

(ayd/up)