Kamis, 05 Agu 2021 15:50 WIB

Risiko Berbikini di Pinggir Jalan: Masuk Angin hingga Digigit Nyamuk

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
DJ Dinar Candy saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Senin, (25/01/2021). Dinar Candy. (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Dinar Candy bikin heboh setelah mengunggah videonya berbikini di jalanan sebagai ungkapan protes diperpanjangnya PPKM. Diduga, Dinar Candy melakukan hal ini karena stres.

"Saya stres karena PPKM diperpanjang," begitu tulis papan yang dibawa Dinar Candy.

Bikini tentu bukan pakaian yang bisa dipakai sehari-hari. Selain adanya kemungkinan ditahan karena dianggap mengganggu ketertiban publik, pakai bikini di pinggir jalan juga menyimpan risiko loh.

1. Masuk angin

Bikini adalah jenis pakaian renang dengan ciri khas dua bagian. Pakaian ini biasanya banyak digunakan ketika sedang berada di pantai.

Jika memakai bikini di pinggir jalan, bukan tidak mungkin kamu bisa mengalami masuk angin karena potongan baju yang bisa membuatmu kedinginan. Masuk angin sendiri banyak dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan cuaca atau suhu dingin.

Meski dalam dunia medis tak ada istilah masuk angin, keluhannya biasanya meliputi perut kembung, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sampai batuk dan pilek.

2. Kulit gosong

Berada di bawah matahari terlalu lama bisa membuat kulit menjadi belang dan gosong. Belang pada kulit bisa terjadi pada tubuh yang terpapar sinar matahari.

Meski tidak berbahaya, berada di bawah sinar matahari dengan durasi yang lama bisa membuat kulit menjadi kemerahan dan muncul lepuhan. Semakin luas area yang terpapar, seharusnya makin singkat waktu yang dibutuhkan untuk 'berjemur'.

"Jika setelah berjemur matahari lalu muncul gejala seperti kulit kemerahan, muncul lepuhan maka dapat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi dan infeksi kulit," kata spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K) dari DNI Skin Centre.

3. Digigit nyamuk

Masa sih bisa digigit nyamuk hanya karena pakai bikini? Mungkin saja, terlebih jika kamu masuk salah satu dari lima tipe orang yang disukai nyamuk.

Salah satu penelitian di Journal of Medical Entomology mengungkap bahwa orang dengan golongan darah O adalah golongan yang lebih sering terkena gigitan nyamuk, sedangkan golongan darah A adalah yang paling jarang mengundang perhatian nyamuk.

Penelitian lain menyebut orang yang memakai pakaian berwarna gelap lebih rentan tergigit nyamuk. Kalau orang bergolongan darah O yang pakai bikini berwarna gelap gimana ya?

Selain golongan darah, kondisi lain seperti sedang hamil, gemar minum alkohol, bau kaki, dan gen tertentu membuat seseorang lebih rentan digigit nyamuk.



Simak Video "Masuk Angin? Jangan Suka Dikerok!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)