Kamis, 05 Agu 2021 19:43 WIB

Viral Nurul Akmal dapat Body Shaming, Kenali Dampak Buruknya Bagi Kejiwaan

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Atlet angkat besi asal Aceh yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, Nurul Akmal, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat tiba di Tanah Air. Nurul yang berhasil meraih posisi lima besar dalam cabang olahraga angkat besi 87 kg di kelas +87 kg ini mendapat body shaming.

Di media sosial viral potongan video yang memperlihatkan momen Amel, sapaan akrabnya, saat berpose di depan fotografer. Tak lama, ada yang berteriak ke arahnya dan melontarkan kata-kata yang kurang pantas.

Meski Amel sendiri tidak mempersoalkan hal tersebut, body shaming bukan tindakan yang patut untuk dilakukan Body shaming merupakan jenis perundungan yang dilakukan dengan mengomentari fisik atau tubuh orang lain dengan cara yang negatif.

Dalam sebuah wawancara, psikolog Elizabeth Santosa mengatakan, bercanda dengan anggota tubuh sebagai bahannya adalah hal yang tidak baik. Menurutnya, kita tidak akan bisa tahu apa yang dirasakan orang tersebut dan dampaknya akan seperti apa.

"Kita tidak tahu bagaimana perasaan orang yang jadi korban. Jika orangnya cuek mungkin tidak masalah, tapi bagaimana jika korbannya cenderung bawa perasaan (baper)," ujar Elizabeth beberapa waktu lalu.

Senada, psikolog dari Universitas Indonesia, Bona Sardo, MPsi, mengatakan dampak dari body shaming bisa membuat korban merasa stres dan depresi. Orang itu akan merasa bahwa dirinya tidak sempurna, terutama pada bagian tubuh yang menjadi fokus ujaran dalam body shaming

"Akan merasa nggak sempurna karena bagian tubuh tersebut menjadi fokus ujaran di dalam body shaming ini," beber Bona.

(ayd/up)