Jumat, 06 Agu 2021 08:30 WIB

Vaksin Disebut Sebabkan Kematian, Satgas COVID-19: Itu Keliru

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Wiku Adisasmito Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Beberapa waktu lalu dunia internasional dibuat geger dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh seorang virolog yang juga peraih nobel yakni Luc Montagnier. Montagnier menyebut vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu 2 tahun.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memastikan pernyataan tersebut adalah tidak benar.

"Kutipan itu secara keliru dikaitkan Montagnier dalam meme berita palsu, yang telah beredar secara luas," ujar Wiku dikutip dari laman resmi covid19.go.id, Jumat (6/8/2021).

Wiku mengatakan, pernyataan Montagnier terkait vaksinasi bisa menyebabkan varian baru virus Corona juga keliru. Menurutnya, World Health Organization (WHO) selaku badan kesehatan dunia juga telah menegaskan vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus Corona bermutasi menjadi varian baru.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mutasi terjadi saat virus memperbanyak diri pada inang hidup. Sedangkan vaksin menggunakan virus yang sudah dimatikan, virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh manusia.

Mengingat banyaknya hoaks soal COVID-19 yang menyebar luas, Wiku meminta masyarakat agar lebih selektif dan bijak dalam menyaring dan menyebarluaskan informasi. Hal ini karena hoaks bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan pandemi yang dilakukan oleh pemerintah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penanganan pandemi dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M, 3T, dan ikut vaksinasi.

Di samping itu, Wiku menyebut hingga kini pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 7 juta masker dan vitamin bagi masyarakat, serta melakukan penebalan fasilitas isolasi terpusat bekerja sama dengan Kementerian PUPR sebanyak 17.941 tempat tidur dan juga di berbagai daerah lainnya.

"Ini sebagai bukti komitmen besar BNPB untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian upaya pengendalian COVID-19 yang inklusif," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)