Jumat, 06 Agu 2021 14:28 WIB

Ikut Sedih Dengar Kabar Messi Tinggalkan FC Barcelona? Ini Pesan Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Lionel Messi resmi berpisah dengan FC Barcelona. Keputusan ini sekaligus mengakhiri karier profesional Messi di Barcelona sejak musim 2004-05. Lionel Messi. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Belum reda geger masyarakat karena kabar pensiun Valentino Rossi di ranah MotoGP, kini fans sepakbola dibuat kaget oleh kabar Lionel Messi meninggalkan FC Barcelona. Mengingat, stiker Argentina ini telah 2 dekade mengenakan jersey Barcelona.

Tak sedikit netizen mengungkapkan rasa syok dan perasaan kehilangannya di media sosial. Meski ini bukan titik akhir bagi Messi lantaran ia akan ditempatkan dalam klub baru, 2 dekade bukan waktu yang singkat untuk 'diikhlaskan' begitu saja bagi sebagian penggemar Barca.

Psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi, menjelaskan, perasaan kehilangan ini lumrah dialami para penggemar. Besar kemungkinan, para penggemar akan rindu jika tak bisa lagi melihat sang idola bermain di klub kebanggaan.

Namun ia mengingatkan, rasa kehilangan ini bisa diekspresikan dengan cara yang sehat. Khususnya di media sosial, respons yang sehat terhadap kabar ini adalah dalam bentuk apresiasi dan dukungan terhadap idola.

"Melalui ekspresi yang sehat, kita menyalurkan perasaan kita tanpa perlu berlarut di dalamnya dan mendorong kita untuk secara ikhlas menerima, menghargai keputusan sang idola serta mendukungnya," kata Vero pada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Bagaimana cara menyalurkan emosi karena kabar perpisahan sang idola?

Ia mengingatkan, netizen bisa menggunakan media sosial sebagai tempat untuk berekspresi secara kreatif. Dengan begitu, perasaan syok dan kehilangan bisa diekspresikan dengan cara yang sehat. Dengan cara ini pula, para penggemar bisa menyalurkan apresiasi dan dukungan pada sang idola.

"Emosi perasaan haru dan sedih ini dapat diekspresikan secara sehat dan kreatif seperti membuat postingan ataupun video berisi portofolio kemenangan sang idola dari waktu ke waktu ataupun kreasi lainnya yang dapat menjadi selebrasi atau perayaan atas sepak terjangnya selama ini," saran Vero.



Simak Video "Memahami Self Reward dan Self Love bagi Kesehatan Mental "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)