Sabtu, 07 Agu 2021 11:01 WIB

Kasus Corona Varian Delta Meledak, Filipina Lockdown Ibukota Manila!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
QUEZON, PHILIPPINES - MARCH 15: A police officer checks the temperature of a motorist at a checkpoint as authorities begin implementing a lockdown on Manila on March 15, 2020 in the outskirts of Metro Manila, Philippines. The Philippine government is placing some 12 million people in the capital Manila on lockdown as well as suspending government work for a month to prevent the spread of COVID-19. As of Saturday evening, the Philippines Department of Health has confirmed 111 cases of the deadly coronavirus in the country, with at least 8 recorded fatalities. (Photo by Ezra Acayan/Getty Images) Manila lockdown imbas naiknya kasus COVID-19. (Foto: Getty Images/Ezra Acayan)
Jakarta -

Filipina memutuskan untuk mengunci wilayah atau lockdown ibukota Manila selama dua pekan yang dimulai pada Jumat (6/8/2021). Filipina telah melaporkan 10.623 kasus virus Corona baru, lonjakan infeksi satu hari terbesar selama hampir empat bulan.

Kasus Corona di Filipina diperparah dengan kemunculan varian Delta yang membuat tekanan di rumah sakit. Sekitar 13 juta penduduk yang tinggal di Manila diminta untuk tetap tinggal di rumah.

"Pemerintah pusat bersama-sama dengan pemerintah daerah harus bertindak agresif, seolah-olah sudah ada penularan dalam masyarakat," kata juru bicara kementerian kesehatan Maria Rosario Vergeire pada konferensi pers, merujuk pada varian Delta yang sangat menular.

Aturan lockdown ini membatasi aktivitas warga dan hanya bisnis dan pekerjaan penting yang dapat beroperasi. Guna menertibkan warga, pemerintah juga membuat pos pemeriksaan di seluruh wilayah ibu kota.

Pejabat Manila mengatakan mereka akan menggunakan periode lockdown selama dua minggu untuk memvaksinasi empat juta orang di wilayah ibu kota. Filipina menargetkan untuk memvaksinasi hingga 70 juta orang tahun ini.

Sebanyak 450 kasus terkonfirmasi varian Delta COVID-19 telah terdeteksi di Filipina. Namun, para ahli percaya angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena kurangnya kapasitas pengurutan genom di negara tersebut.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)