Sabtu, 07 Agu 2021 12:00 WIB

Soal Tren Cetak Kartu Vaksin COVID-19, Ini Kata Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jadi syarat masuk mal, jasa cetak sertifikat vaksin COVID-19 banjir order. Foto: Salwa Aisyah Sheilanabilla
Jakarta -

Sertifikat vaksin COVID-19 kini menjadi syarat sejumlah aktivitas, seperti perjalanan ke luar kota sampai masuk ke tempat-tempat umum dan makan di warung makan.

Peluang ini membuat bisnis jasa cetak sertifikat vaksin COVID-19 seukuran KTP makin banyak dilakukan. Bahkan beberapa penyedia jasa percetakan kartu sertifikat vaksin mengatakan bisa meraup untung cukup banyak dari bisnis ini.

Hanya saja, masyarakat perlu waspada jika proses percetakan kartu sertifikat vaksin COVID-19 dilakukan oleh pihak ketiga.

"Jadi itu tentunya tanggung jawab masing-masing karena pada pada barcode ada kode yang isinya identitas yang bersangkutan," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Sabtu (7/8/2021).

Sertifikat vaksin merupakan data pribadi dan hanya boleh digunakan oleh pemilik sesuai nomor induk kependudukan (NIK) yang tercantum. Sertifikat vaksin tidak boleh tersebar dan disalahgunakan.

Penyedia jasa jamin kerahasiaan data

Beni seorang penyedia jasa percetakan kartu sertifikat vaksin COVID-19 asal Bandung, mengatakan pihaknya menjamin agar data pelanggan tak tersebar. Ia mengatakan tidak sembarang mencetak, pasti melalui proses pengecekan terlebih dahulu keaslian sertifikat vaksinnya,

"Menjaga kepercayaan customer dengan menjamin data privasi mereka aman. Bukan hanya menjual barang, tetapi juga menjual jasa," kata Beni.



Simak Video "Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi Eror? Coba Lakukan Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)