Senin, 09 Agu 2021 07:30 WIB

Riset Ini Ungkap Efek Samping Booster Vaksin Pfizer, Apa Saja?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin BioNTech-Pfizer Terbukti Efektif Lawan Dua Varian Baru Corona Foto: DW (News)
Jakarta -

Israel sudah 10 hari memberikan vaksin COVID-19 booster atau suntikan ketiga Pfizer untuk masyarakat lansia berusia di atas 60 tahun. Berdasarkan survei terbaru, para penerima suntikan booster sejauh ini mengalami efek samping yang sama atau lebih sedikit dibandingkan suntikan kedua.

Suntikan booster ini diberikan dengan tujuan menekan penyebaran varian Delta yang lebih mudah menular. Israel meyakini, langkah ini bisa membuat negara tersebut menjadi tempat pengujian dosis ketiga sebelum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Penyedia layanan kesehatan terbesar Israel, Clalit, menyebut, mereka telah memberikan dosis ketiga vaksin Pfizer/BioNTech kepada lebih dari 240.000 orang. Survei terkait efek samping ini berdasarkan 4.500 orang yang menerima suntikan booster pada 30 Juli-1 Agustus 2021.

88 persen peserta merasakan efek samping yang mirip, bahkan lebih sedikit dibandingkan pada suntikan dosis kedua. 30 persen merasakan beberapa efek samping, dengan laporan paling banyak berupa rasa sakit di area bekas suntikan.

Sekitar 0,4 persen melaporkan gejala kesulitan bernapas, dan 1 persen mengatakan mereka mencari perawatan medis karena satu atau lebih efek samping.

"Walau kami belum memiliki penelitian jangka panjang terkait kemanjuran dan keamanan dosis booster (suntikan ketiga), untuk manajemen risiko pribadi setiap orang berusia 60 tahun ke atas, temuan ini terus menunjukan manfaat imunisasi," kata kepala inovasi Clalit, Ran Balicer, dikutip dari Reuters, Senin (9/8/2021).

"Dibarengi dengan perilaku hati-hati di antara orang dewasa, dan hindari kerumunan khususnya di tempat-tempat tertutup," lanjutnya.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)