Senin, 09 Agu 2021 08:51 WIB

Badan Obat Eropa Sebut Vaksin COVID-19 Tidak Bikin Gangguan Menstruasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Immunization and vaccination for flu shot, influenza, HPV or Covid-19 prevention with young child girl having vaccine injection for World immunization week and International HPV awareness day Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Beberapa wanita yang menerima vaksin COVID-19 mengaku mengalami gangguan pada siklus menstruasinya. Studi terbaru membuktikan dua hal itu ternyata tidak berkaitan.

Hasil investigasi oleh European Medicines Agency (EMA) menyebut vaksin COVID-19 sampai saat ini tidak terbukti menyebabkan gangguan menstruasi. EMA menyebut butuh lebih banyak data terkait keluhan tersebut untuk benar-benar memastikan hubungannya.

Gangguan menstruasi bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari stres, kelelahan, atau penyakit kista.

Secara terpisah, EMA malah menyarankan keluhan rendahnya trombosit atau telinga yang berdenging (tinnitus) dimasukkan ke dalam efek samping dari vaksin COVID-19 J&J. Hal ini diketahui setelah peneliti memeriksa data 1.138 orang yang merasa pusing dan lebih dari 100 kasus tinnitus.

"Kami mendukung upaya meningkatkan kesadaran terhadap tanda-tanda serta gejala efek samping langka agar bisa cepat diketahui dan diobati," komentar perusahaan J&J.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)