Senin, 09 Agu 2021 12:18 WIB

Intelijen AS Bongkar Data Lab Wuhan, Ungkap Misteri Asal-Usul COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. Foto: AP Photo
Jakarta -

Badan intelijen Amerika Serikat tengah menggali 'harta karun' berupa data genetik yang bisa menjadi kunci untuk mengungkap asal-usul COVID-19.

Dilaporkan CNN, data informasi tersebut berisi blueprint genetik diambil dari sampel virus yang dipelajari di laboratorium Wuhan, China. Masih tidak jelas bagaimana atau kapan badan intelijen AS memperoleh akses ke informasi tersebut.

Umumnya, mesin yang digunakan dalam pembuatan dan pemrosesan data genetik semacam ini terhubung dalam server berbasis awan (cloud) eksternal. Artinya, data itu bisa diretas.

Namun setelah mendapat akses, mereka punya beberapa tantangan. Tak hanya butuh ilmuwan, mereka juga harus bisa berbahasa Mandarin karena informasi tersebut ditulis dalam bahasa China dengan kosakata khusus.

Misteri asal-usul Corona masih diperdebatkan

Para pejabat berharap informasi yang didapatkan bisa menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan virus berpindah dari hewan ke manusia. Mengungkap misteri ini sangat penting untuk mengetahui apakah COVID-19 bocor dari laboratorium atau ditularkan dari manusia ke hewan.

Para penyelidik baik di dalam maupun di luar pemerintah AS telah lama mencari data genetik dari 22 ribu sampel virus yang sedang dipelajari di Institut Virologi Wuhan (WIV). Data itu dihapus dari internet oleh pejabat China pada September 2019, dan China sejak itu menolak untuk menyerahkan data mentah lainnya tentang kasus awal virus corona ke Organisasi Kesehatan Dunia.

Hanya saja, beberapa ilmuwan meragukan lab di Institut Virologi Wuhan atau laboratorium di China lainnya punya sampel virus yang bisa melacak virus Corona.

"Pada dasarnya dalam (makalah penelitian tahun 2020 yang diterbitkan di Nature), WIV berbicara tentang semua urutan yang mereka miliki hingga titik waktu tertentu. Itulah yang diyakini sebagian besar ilmuwan virologi, itulah yang mereka miliki," kata Dr Robert Garry, seorang ahli virologi di Fakultas Kedokteran Universitas Tulane.

Sumber lainnya mengatakan untuk melacak asal usul COVID-19 tidak cukup hanya dengan mencari data genetik yang hilang. Data tersebut juga tidak cukup membuktikan secara pasti apakah COVID-19 berasal dari laboratorium di Wuhan atau muncul secara alami.



Simak Video "Sebut Kesempatan Terakhir Cari Asal Corona, Kapan Tim WHO Gerak?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)