Senin, 09 Agu 2021 13:50 WIB

Seberapa Efektif Vaksin AstraZeneca Vs Berbagai Varian COVID-19? Ini Data WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
450 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Telah Didistribusikan ke 4 Daerah di Jatim Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta -

Kemunculan berbagai varian COVID-19 menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas vaksin yang tersedia saat ini. Disebutkan bahwa beberapa varian COVID-19 memiliki mutasi yang mungkin bisa membuatnya jadi lebih resistan terhadap antibodi dari vaksin.

Terkait hal tersebut, dalam laporan terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merangkum data efektivitas vaksin COVID-19 AstraZeneca terhadap berbagai varian. Vaksin AstraZeneca diketahui jadi salah satu jenis vaksin yang saat ini paling banyak digunakan di dunia.

Vaksin AstraZeneca vs varian Alpha (B117)

WHO menyebut efektivitas vaksin AstraZeneca ketika berhadapan dengan Corona varian Alpha yaitu sekitar 76-86 persen mencegah kasus infeksi parah. Ini artinya vaksin berhasil mencegah sebagian besar kasus infeksi yang mungkin sampai membuat seseorang butuh perawatan di rumah sakit.

Lebih rinci vaksin AstraZeneca disebut efektif sampai 76 persen saat seseorang baru diberikan satu dosis, kemudian efektivitas naik menjadi 86 persen setelah diberikan dua dosis.

Vaksin AstraZeneca vs varian Beta (B1351)

Varian Beta yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan memiliki kemampuan menghindari antibodi yang kuat. WHO menyebut vaksin AstraZeneca hanya memiliki sedikit efektivitas dalam mencegah kasus infeksi ringan hingga sedang karena varian ini, meski sudah diberikan dalam dua dosis.

"Regimen dua dosis vaksin ChAdOx1 nCoV-19 tidak menunjukkan efek perlindungan pada kasus COVID-19 ringan hingga sedang karena varian Beta dalam studi di Afrika Selatan. Rendahnya data prevalensi kondisi penyerta juga membuat tidak memungkinkannya penilaian spesifik efekasi vaksin terhadap kasus parah," tulis WHO dalam situs resminya.

Vaksin AstraZeneca vs varian Delta (B1617.2)

Varian Delta merupakan varian COVID-19 yang saat ini diprediksi mendominasi dunia. Varian yang pertama kali dilaporkan di India ini memiliki kemampuan menular yang cepat, bahkan melebihi varian lainnya.

WHO menyebut efektivitas vaksin AstraZeneca mencegah kasus infeksi parah karena varian Delta bisa mencapai 71 persen dalam dosis pertama. Efektivitas vaksin mencegah kasus parah bisa meningkat jadi 92 persen setelah pemberian dosis kedua.

WHO mengakui masih belum memiliki data studi efektivitas vaksin AstraZeneca yang cukup untuk varian lain.

"Saat ini belum ada data terkait varian Lambda atau varian of interest (VoI) lainnya," ungkap WHO yang menegaskan akan terus memantau perkembangan pandemi dan memperbarui informasi.



Simak Video "Mengenal Karakteristik Khas dari Varian Alpha hingga Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)