Senin, 09 Agu 2021 21:53 WIB

Teknik Modifikasi Tarsorafi, Cegah Buta pada Pengidap Lepra

Syifa Aulia - detikHealth
Dr dr Yunia Irawati, SpM(K) Dr dr Yunia Irawati, SpM(K). Foto: dok. JEC
Jakarta -

Salah satu komplikasi yang dihadapi pengidap lepra atau kusta adalah okular lagoftalmus paralisis atau ketidakmampuan mata untuk menutup rapat. Kondisi ini berisiko memicu kebutaan jika tidak tertangani.

Dr dr Yunia Irawati, SpM(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meneliti salah satu metode untuk mengatasinya yakni teknik modifikasi tarsorafi. Dibanding metode gold weight implant yang lebih sering digunakan, metode ini lebih efisien dalam hal komplikasi dan biaya.

"Harapan saya, teknik modifikasi tarsorafi segera menjadi langkah penanganan yang bisa menjangkau lebih banyak penyandang lepra dari berbagai kalangan," kata dr Yunia yang merupakan Head of Trauma Center sub Spesialis Divisi Plastik dan Rekonstruksi Mata JEC Eye Hospitals and Clinics.

Dalam disertasinya yang berjudul 'Perbandingan Efektivitas dan Efisiensi antara Teknik Modifikasi Tarsorafi dengan Teknik Gold Weight Implant sebagai Tatalaksana Operatif Lagoftalmus Paralisis pada Penderita Lepra', dr Yunia membandingkan metode gold weight implant dengan modifikasi tarsorafi yang menggabungkan teknik tarsorafi lateral permanen dan levator recess, serta teknik kantopeksi/lateral tarsal strip (LTS) dan kantoplasti.

Penelitian itu ia selesaikan sejak Oktober 2018 hingga Mei 2020. Yunia melibatkan 19 subjek yang terdiri dari 27 mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik tersebut menghasilkan tingkat efektivitas yang sama dengan teknik gold weight implant.

Waktu yang dibutuhkan untuk tindakan juga sama efisiennya dengan teknik gold weight implant. Tetapi, modifikasi tarsofi memungkinkan adanya risiko komplikasi.



Simak Video "Fakta Soal Mata Bengkak Gara-gara Sering Main Handphone"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)