Selasa, 10 Agu 2021 05:27 WIB

Bakal Ada Varian Gemini-Aries? 24 Aksara Latin Tak Cukup untuk COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Astrological zodiac signs inside of horoscope circle on universe background - astrology and horoscopes concept Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz
Jakarta -

Saat ini, organisasi kesehatan dunia WHO menggunakan aksara latin untuk menamai sejumlah varian COVID-19 yang diwaspadai. Penggunaan nama baru tengah dipertimbangkan, salah satunya memakai nama rasi bintang.

Memangnya, kenapa ganti nama lagi?

Saat ini, sekurangnya sudah ada 11 varian virus Corona yang mendapat nama latin, terbagi dalam kategori Variant of Interest (VOI) dan Variant of Concern (VOC). Di antaranya varian Alpha (B117) dan varian Delta (B1617.2).

Dikhawatirkan, makin banyak lagi varian berbahaya yang muncul sehingga 24 aksara latin tidak lagi cukup untuk penamaan.

"Kami sedang mempertimbangkan nama rasi bintang," kata Maria Van Kerkhove, kepala ilmuwan WHO, dalam wawancara dengan Telegraph.

Beberapa alternatif penamaan dikesampingkan, antara lain nama dewa-dewi Yunani.

Berbagai perubahan dalam penamaan sebenarnya tidak mengubah nama resmi yang terdaftar dalam database mutasi dan varian virus Corona. Nama-nama tersebut digunakan untuk kalangan awam, menggantikan nama populer yang mengandung identitas negara tertentu seperti varian Inggris dan India, yang berpotensi memunculkan stigma.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)