ADVERTISEMENT

Selasa, 10 Agu 2021 10:30 WIB

Afrika Barat Catat Kasus Kematian Pertama Virus Marburg, Virus Apa Ini?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kawasan timur laut Kongo dinyatakan terbebas dari wabah Ebola. Meski begitu, sejumlah wilayah lain di Kongo masih terus berjibaku melawan virus mematikan itu. Afrika Barat mencatat kasus kematian pertama akibat infeksi virus Marburg. (Foto ilustrasi: AP Photo/Jerome Delay)
Jakarta -

Pemerintah Guinea mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus Marburg di Afrika Barat. Hal ini dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (9/8/2021).

Dikutip dari AFP, virus yang dibawa oleh kelelawar ini memiliki tingkat kematian hingga 88 persen. Menurut WHO, Pemerintah Guinea mendeteksi kasus tersebut dari sampel pasien yang meninggal pada 2 Agustus 2021 di prefektur Gueckedou bagian selatan.

"Potensi virus Marburg untuk menyebar jauh dan luas berarti kita harus menghentikannya," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Dr Matshidiso Moeti.

Penemuan kasus ini terjadi hanya berselang dua bulan setelah WHO mengumumkan berakhirnya wabah Ebola kedua di Guinea, yang dimulai pada tahun lalu dan merenggut 12 nyawa.

"Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menerapkan respons cepat berdasarkan pengalaman dan keahlian Guinea di masa lalu dalam mengendalikan wabah Ebola, yang ditularkan dengan cara yang sama," ujar Moeti.

Apa itu virus marburg?

Menurut WHO, virus Marburg biasanya dikaitkan dengan kelelawar Rousettus yang berada di gua atau tambang. Virus itu menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, atau melalui permukaan yang telah terkontaminasi.

Beberapa gejala virus Marburg di antaranya adalah sakit kepala, muntah darah, nyeri otot, dan pendarahan.



Simak Video "WHO Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Marburg"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT