Selasa, 10 Agu 2021 12:10 WIB

5 Fakta Nakes 'Suntik Kosong' di Jakut yang Kini Jadi Tersangka

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Viral informasi penyuntikan jarum kosong di Pluit, Jakarta Utara. Kabar yang heboh jadi perbincangan di media sosial Twitter langsung diusut pihak kepolisian setempat.

Belakangan, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengakui kasus penyuntikan jarum kosong di Pluit adalah kelalaian terduga tenaga kesehatan. Meski begitu, perawat tersebut ditegaskan Nadia sudah mendapat teguran.

Berikut fakta dan kronologi awal mula penyuntikan jarum kosong di Pluit.

Viral di media sosial

Dalam postingan yang diunggah Senin (9/8/2021), viral sebuah video yang memperlihatkan pria berbaju putih dan terduga nakes saat vaksinasi. Narasi dalam video tersebut menegaskan nakes hanya memberikan suntik kosong, hingga akhirnya mengakui tindakannya dan kembali mengulang proses vaksinasi.

"Kejadian di Sekolah IPK Pluit Timur. Tgl 6/8/2021. Jam 12:30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah protes dan cuma kata maaf, akhirnya di suntik kembali," demikian cuit @Irwan2yah.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Setiawan mengatakan anggotanya sudah bergerak di lapangan menyelidiki kejadian viral itu.

"Iya anggota kami masih bergerak di lapangan," kata Guruh kepada detikcom saat dihubungi, Senin (9/8/2021).

Nakes adalah perawat Grha Kedoya

dr Nadia mengungkap terduga nakes penyuntikan jarum kosong adalah perawat Grha Kedoya. Kini, yang bersangkutan tengah ditangani polisi.

"Ini sudah dicek dan saat ini sedang ditangani pihak kepolisian ya, perawat dari RS Grha Kedoya," jelas dr Nadia saat dikonfirmasi detikcom Senin (9/8/2021).

Ditegur Dinkes

Nakes yang disebut dr Nadia lalai dalam proses vaksinasi, sudah mendapat teguran dari Dinas Kesehatan setempat. Perawat tersebut juga dipastikan tidak menjadi vaksinator kembali.

"Iya sampai saat ini sudah ada teguran dari Dinkes untuk tidak menjadi vaksinator kembali," ungkapnya.

Jadi evaluasi pengawasan vaksinasi

dr Nadia mengaku kejadian tersebut menjadi evaluasi pengawasan program vaksinasi COVID-19. Secara khusus, dr Nadia meminta agar proses vaksinasi di Pluit, Jakarta Utara tidak kembali terulang kasus serupa.

"Ini sebabnya kesalahan saat mengambil suntikan yang belum diisi vaksin," ungkap dr Nadia, dikutip dari Antara.

"Kita juga minta penanggung jawab harus lebih memonitor hal ini," pungkasnya.

Jadi tersangka

Nakes tersebut kini ditetapkan menjadi tersangka. Meski begitu belum diketahui motif apa atas tindakan penyuntikan jarum kosong yang dilakukan.

"Saudari EO ini adalah seorang perawat yang memang diminta tolong, karena kami memang untuk vaksin massal butuh relawan untuk vaksinator yang tugasnya setiap hari sebagai vaksinator," jelas Kabid Humas Pola Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Juli lalu, dugaan kasus serupa di Karawang juga sempat heboh jadi perbincangan. Mulanya, kasus ini viral di media sosial dalam sebuah unggahan video berdurasi 14 detik.

Terlihat seorang vaksinator diduga tidak menyuntikkan cairan vaksin COVID-19 ke tubuh pasien. Juru bicara Satgas Karawang dr Fitra Hergyana kala itu, menegaskan investigasi tengah berlanjut.

Demikian pula Bupati Tangerang dr Hj Cellica Nurrachadiana yang memastikan nakes akan dikenakan sanksi berat jika terbukti melakukan tindakan demikian. Tes darah juga dilakukan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut terkait kebenaran kasus tersebut.

(naf/up)