Selasa, 10 Agu 2021 18:02 WIB

Satgas Ungkap Alasan Kematian Dihapus dari Indikator Penilaian PPKM

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pemerintah mengeluarkan angka kasus kematian dari indikator penilaian PPKM. Dikeluarkannya angka kematian disebut karena adanya pertimbangan validasi data.

"Adapun penekanan perubahan dalam instruksi mendagri terbaru khusus PPKM level 2-4 di wilayah Jawa-Bali pertama adalah perubahan level kab/kota salah satunya disebabkan oleh penyesuaian indikator leveling dengan menghapuskan perhitungan kematian dengan pertimbangan validasi data," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa (10/8/2021).

Penentuan kriteria level PPKM di suatu daerah sebelumnya mengacu pada panduan yang diterbitkan WHO. Panduan WHO ini sudah disesuaikan berdasarkan indikator tentang Penyesuaian Upaya-Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya-Upaya Sosial dalam Penanggulangan Pandemi oleh Kementerian Kesehatan.

Indikator laju penularan diukur dari jumlah kasus konfirmasi, kasus perawatan di rumah sakit, dan kasus meninggal dunia yang dihitung per 100 ribu penduduk per minggu.

Hanya saja, pemerintah mengevaluasi kriteria penilaian dengan mengeluarkan indikator kematian. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dikeluarkannya angka kematian ini merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang.

"Sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (9/8/2021).



Simak Video " Kata Epidemiolog soal Dihapusnya Angka Kematian untuk Indikator PPKM "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)