Selasa, 10 Agu 2021 07:44 WIB

Luhut Klaim Puncak Corona RI 15 Juli, Jumlah Testing Masih Fluktuatif

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah rumah sakit di Jakarta mulai fungsikan tenda darurat sebagai tempat penanganan pasien Corona. Salah satunya RSUD Kramat Jati di Jakarta Timur. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyebut Indonesia telah melewati puncak lonjakan kasus COVID-19 pada 15 Juli 2021. Menurutnya, dalam waktu beberapa waktu belakang, keterisian hunian bed pasien COVID-19 atau bed occupancy rate (BOR) terhitung sudah menurun.

"Dari data yang didapat penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 juli 2021 lalu," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual terkait perpanjangan PPKM Darurat, Senin (9/8/2021).

"Momentum yang sudah cukup baik ini harus terus dijaga," sambungnya.

Dikutip dari covid19.go.id, pada 15 Juli 2021 Indonesia mencatat kasus baru harian COVID-19 sebanyak 56.757, dengan total spesimen sebanyak 249.059. Terhitung hingga hari ini, Selasa (10/8/2021), Indonesia terus mencatat penurunan kasus harian COVID-19, dibarengi total spesimen yang diperiksa harian fluktuatif.

Berikut rekap jumlah kasus dan perbandingannya dengan jumlah spesimen terhitung sejak 10-31 Juli 2021:

  • 10 Juli 2021: 35.094 kasus dari 194.559 spesimen diperiksa
  • 11 Juli 2021: 36.197 kasus dari 159.219 spesimen diperiksa
  • 12 Juli 2021: 40.427 kasus dari 149.744 spesimen diperiksa
  • 13 Juli 2021: 47.899 kasus dari 227.083 spesimen diperiksa
  • 14 Juli 2021: 54.517 kasus dari 240.724 spesimen diperiksa
  • 15 Juli 2021: 56.757 kasus dari 249.059 spesimen diperiksa

Sepanjang lonjakan kasus COVID-19 per Juli 2021, penurunan penambahan jumlah kasus baru harian terjadi mulai 16 Juli 2021, berikut rekapnya hingga akhir Juli:

  • 16 Juli 2021: 54.000 kasus dari 258.532 spesimen diperiksa
  • 17 Juli 2021: 51.952 kasus dari 251.392 spesimen diperiksa
  • 18 Juli 2021: 44.721 kasus dari 192.918 spesimen diperiksa
  • 19 Juli 2021: 34.257 kasus dari 160.686 spesimen diperiksa
  • 20 Juli 2021: 38.325 kasus dari 179.275 spesimen diperiksa
  • 21 Juli 2021: 33.772 kasus dari 153.330 spesimen diperiksa
  • 22 Juli 2021: 49.509 kasus dari 294.470 spesimen diperiksa
  • 23 Juli 2021: 49.071 kasus dari 274.246 spesimen diperiksa
  • 24 Juli 2021: 45.416 kasus dari 252.696 spesimen diperiksa
  • 25 Juli 2021: 38.679 kasus dari 173.472 spesimen diperiksa
  • 26 Juli 2021: 28.228 kasus dari 160.589 spesimen diperiksa
  • 27 Juli 2021: 45.203 kasus dari 270.434 spesimen diperiksa
  • 28 Juli 2021: 47.791 kasus dari 277.809 spesimen diperiksa
  • 29 Juli 2021: 43.479 kasus dari 262.954 spesimen diperiksa
  • 30 Juli 2021: 41.168 kasus dari 252.184 spesimen diperiksa
  • 31 Juli 2021: 37.284 kasus dari 241.761 spesimen diperiksa


Simak Video "Kritikan Ahli Atas Kebijakan Inggris Tangani Lonjakan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)