Rabu, 11 Agu 2021 16:02 WIB

Soal Kasus Nakes 'Suntik Kosong' yang Jadi Tersangka, Begini Kata Satgas

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto ilustrasi: Pradita Utama
Jakarta -

Kasus suntik 'vaksin kosong' kepada warga di Pluit, Jakarta Utara, telah membuat heboh masyarakat. Kini tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan penyuntikkan tersebut tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Terkait hal ini, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah sedang berupaya untuk melindungi masyarakat dari ancaman virus Corona dengan menggencarkan vaksinasi.

Maka dari itu, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat, terutama pelaksana vaksinasi COVID-19, untuk bertanggung jawab agar tidak lalai dalam program ini.

"Pada prinsipnya yang saat ini pemerintah tuju ialah peningkatan proteksi pada masyarakat. Mohon kepada seluruh elemen mendukung program utama ini dengan penuh tanggung jawab," kata Wiku saat dihubungi detikcom, Selasa (10/8/2021).

Sebelumnya kasus suntik 'vaksin kosong' ini viral di media sosial. Kasus ini bermula ketika seorang laki-laki berinisial BLP hendak divaksinasi COVID-19 di Pluit pada hari Jumat (6/8/2021).

Proses vaksinasi COVID-19 ini direkam video oleh ibunda BLP. Kemudian ia melihat adanya kejanggalan dalam proses vaksinasi tersebut. EO, sang vaksinator, tampak menyuntikkan jarum suntik yang tidak ada vaksinnya, alias kosong.

"Tgl. 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya disuntik kembali. Agar dpt diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses," demikian cuitan akun Twitter @Irwan2yah.

Hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan menetapkan EO sebagai tersangka. EO sendiri mengaku salah dan meminta maaf karena telah lalai dalam kasus tersebut.

"Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap EO.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)